Menteri Jonan Lantik Perwira TNI Jadi Pejabat di ESDM

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan melakukan kunjungan kerja di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu, PVMBG, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 27 Agustus 2019. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Menteri ESDM Ignasius Jonan melakukan kunjungan kerja di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu, PVMBG, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 27 Agustus 2019. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan melantik tiga orang pejabat struktural di lingkungan Kementerian ESDM dan SKK Migas, Kamis, 19 September 2019.

    Satu dari tiga pejabat yang dilantik adalah perwira menengah di TNI Angkatan Udara, Kolonel (Pas) Roy Rassy Fay M. Bait yang mengisi jabatan sebagai Kepala Bagian Umum dan Hukum Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) ESDM.

    Saat menyampaikan arahan pelantikan tersebut, Jonan mengatakan Badan PSDM ESDM perlu juga ada program pengenalan kedisiplinan.

    "PSDM ESDM bangun lima kampus mulai tahun depan, (baru sekarang) karena kita sudah lama tidak berusaha kembangkan SDM di pertambangan. Saya kira juga harus ada program pengenalan kedisplinan," katanya.

    Sementara itu, Roy mengatakan sebelum dilantik, dia sudah menghadap Menteri ESDM untuk diberikan poin penugasan. "Saya dimohon membantu kedisiplinan di lembaga pendidikan karena ada pembangunan di lima (kampus) itu yang tertib dan berkualitas," katanya.

    Selain Roy, Jonan juga melantik Julius Wiratno sebagai Deputi Operasi SKK Migas menggantikan Fatar Yani Abdurrahman yang promosi menjadi Wakil Kepala SKK Migas.

    Untuk internal Kementerian ESDM, Menteri ESDM juga merotasi Taufiq Martakusuma menjadi Kepala Bidan Penatausahaan Barang Milik Negara Sekjen Kementerian ESDM. Sebelumnya, Taufiq mengisi jabatan sebagai Kepala Bagian Umum dan Hukum BPSDM ESDM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.