JK Puji Jonan karena Ubah Kereta Api dari Berdesakan Jadi Nyaman

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (ketiga kiri), Menteri ESDM Ignasius Jonan (kedua kiri), Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X (ketiga kanan) serta sejumlah uskup berfoto saat acara puncak Asian Youth Day 2017 di Lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, DI Yogyakarta, 6 Agustus 2017. Acara pertemuan pemuda Katolik se-Asia ke-7 ini dihadiri puluhan ribu umat Katolik serta anak muda perwakilan dari negara-negara di Asia. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (ketiga kiri), Menteri ESDM Ignasius Jonan (kedua kiri), Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X (ketiga kanan) serta sejumlah uskup berfoto saat acara puncak Asian Youth Day 2017 di Lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, DI Yogyakarta, 6 Agustus 2017. Acara pertemuan pemuda Katolik se-Asia ke-7 ini dihadiri puluhan ribu umat Katolik serta anak muda perwakilan dari negara-negara di Asia. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla memuji prestasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan yang dalam karirnya dinilai berhasil mengubah citra kereta api dari berdesak-desakan menjadi nyaman. Sebelum menjabat Menteri ESDM, Jonan pernah menjabat Menteri Perhubungan dan Direktur Utama Kereta Api Indonesia.

    "Pak Jonan yang mengubah kereta api yang berdesakan menjadi nyaman. Aalau tidak mudah menggeser masyarakat dekat rel dan juga di stasiun, itu lah perubahan," ujar JK dalam sambutannya saat membuka Indotrans Expo 2019 di Jakarta Convention Center, Jumat, 13 September 2019. Acara itu dihelat dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2019. Dalam pembukaan acara itu, JK didampingi oleh Jonan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    JK mengatakan transformasi di sektor transportasi sejatinya bisa memberikan kebaikan bagi masyarakat luas. Itu pula yang terjadi pada perubahan di bidang kereta api. Ia mengatakan kereta api terus berkembang dari teknologi awal yang benar-benar menggunakan api dari batubara dan bahan bakar lain, hingga ke listrik.

    Selain di kereta api, ia juga mengambil contoh taksi. Pada mulanya taksi beroperasi dengan cara mangkal. Lalu inovasi masuk menjadi sistem jam-jaman, argo, hingga menerapkan teknologi digital. Ia pun mengenang bahwa pada saat teknologi digital masuk, banyak sopir taksi yang berdemo.

    "Saya ingat dulu taksi biasa begitu ada meteran itu protes karena bisa mati karena ada meteran dan yang didemo Blue Bird. Begitu ada taksi online yang demo Blue Bird. Tapi brgitu ada kerjasama tidak ada demo," kata JK.

    Ia mengatakan teknologi sejatinya bukan untuk ditolak, namun untuk dikolaborasikan. Meski, ia menyadari masuknya teknologi pada mulanya memang bisa berdampak kepada perubahan sosial di masyarakat.

    "Maka, apa yang Indotrans Expo memperlihatkan sistem dan teknologi yang baru di transportasi sangat berkembang dan punya perubahan sosial," tutur JK. Dalam acara itu, JK sempat melihat-lihat pameran teknologi transportasi, mulai dari kereta cepat, motor listrik gesits, hingga taksi berteknologi mobil listrik.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?