Esemka Disebut Mirip Mobil Cina, Luhut Pandjaitan: Kurang Kerjaan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengunjungi pameran kendaraan listrik di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2019. Pameran kendaraan listrik ini mengangkat tema

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengunjungi pameran kendaraan listrik di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2019. Pameran kendaraan listrik ini mengangkat tema "Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi dengan Kendaraan Listrik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan tercengang banyak pihak tak mendukung keluarnya mobil Esemka produksi PT Solo Manufaktur Kreasi. Dia menyayangkan adanya anggapan di media sosial yang menyebut mobil produk Esemka mirip kendaraan buatan Cina.

    "Kenapa sih kita senang cari yang negatif. Kita ini kayak kurang kerjaan aja ngomong ini, ngomong itu," kata dia di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 9 September 2019.

    Dia mengatakan semestinya orang Indonesia bangga lantaran Esemka diproduksi oleh anak bangsa. Lebih-lebih, Esemka berhasil menyerap tenaga kerja lokal.

    Ia lantas meminta masyarakat mengesampingkan hal-hal yang tak kontekstual. Termasuk menuding desain produk Esemka menyerupai produk Negeri Tirai Bambu. Adapun rumor soal desain mobil keluaran Esemka yang mirip dengan produk Cina beredar setelah perusahaan itu merilis kendaraan pikap, yakni Esemka Bima.

    Esemka Bima disangka mirip dengan kendaraan Changan MD201. Berdasarkan spesifikasinya, mobil Esemka Bima memiliki panjang 4.560 milimeter dan lebar 1.645 milimeter. Lalu, mobil ini memiliki tinggi 1.890 milimeter. Sementara itu, pada bagian kargo boks, mobil memiliki panjang 2.750 milimeter, lebar 1.600 milimeter, dan tinggi 460 milimeter.

    Mobil ini dikendalikan mesin E-power l4 DOHC. Mobil ini berdaya maksimum 72 kW dengan torsi 119 Nm. Sedangkan kapasitas tangki mobil tersebut 40 liter.

    Solo Manufaktur Kreasi rencananya tidak akan melego Esemka Bima ini dengan harga lebih dari Rp 150 juta. Mobil ini digadang-gadang menjadi mobil pikap termurah yang beredar di Indonesia.

    Menurut Luhut, harga mobil angkut yang murah ini dapat mendukung kegiatan usaha masyarakat. "Mobil murah ini dapat dipakai rakyat biasa," katanya.

    Direktur Utama PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) Eddy Wirajaya sebelumnya telah menjelaskan orisinalitas kendaraan Esemka. Eddy mengatakan sebagian besar komponen mobil Esemka dipasok oleh produsen lokal, seperti PT Cikarang Perkasa Manufacturing, PT Usra Tampi, dan PT Tokyo Radiator Selamat Sempurna.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.