Bank Indonesia Perwakilan Sumut: Ada Kredit Nganggur Rp 48,85 T

Pegawai memindahkan uang rupiah di cash center Bank Mandiri, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. Nilai tukar rupiah terpantau menguat pada Selasa (25/6). Nilai tukar Rupiah senilai Rp 14.138 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat jika dibandingkan pada hari sebelumnya yang berada pada level Rp 14.165 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, MEDAN - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatra Utara (Sumut) mencatat, nilai undisbursed loan atau bisa disebut kredit nganggur di perbankan periode Juli 2019 membengkak jadi Rp48,85 triliun dibandingkan periode tahun lalu.

Dari total kredit, kredit yang sudah committed senilai Rp11,44 triliun dan yang uncommitted Rp37,41 triliun. Kredit committed adalah komitmen kredit yang tidak bisa dibatalkan oleh bank, dan dananya sudah disiapkan bank. Sebaliknya, kredit uncommitted dapat dibatalkan bank apabila kondisi debitur tidak memenuhi persyaratan.

Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, pada Juli 2019, total kredit yang disalurkan perbankan di Sumut tercatat Rp 217,3 triliun. Angka tersebut menunjukkan jumlah kredit yang masih nganggur di perbankan ada sekitar 22,48 persen dari keseluruhan kredit.

"Jumlah yang cukup besar ini lebih karena pengusaha belum membutuhkan dana tersebut untuk modal usahanya. Tentu dengan alasan yang beragam tapi salah satunya mungkin karena geliat ekonomi yang dirasa tidak sesuai ekspektasi," katanya, dikutip dari Bisnis.com, Rabu 21 Agustus 2019.

Wiwiek menuturkan undisbursed loan ini biasanya memang digunakan secara bertahap sehingga pencairannya sangat erat hubungannya dengan kondisi perekonomian domestik maupun global.

Berdasarkan data BI Perwakilan Sumut, kredit nganggur berdasarkan lokasi proyek untuk 9 sektor yakni pertanian, industri pengolahan, pertambangan, listrik, gas dan air (LGA), konstruksi, perdagangan besar dan eceran, transportasi, perantara keuangan dan jasa perusahaan. 

Nilai terbesar kredit nggangur ada di sektor industri pengolahan senilai Rp 20,92 triliun.

Dari nilai tersebut, kredit yang sudah committed senilai Rp 4,41 triliun dan yang uncommitted Rp 16,51 triliun. Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran senilai Rp 12,77 triliun, di mana kredit yang sudah committed senilai Rp 3,61 triliun dan yang uncommitted Rp 9,15 triliun.

Sektor ketiga terbesar yakni pertanian senilai Rp 8,98 triliun, di mana kredit yang sudah committed senilai Rp 1,51 triliun dan yang uncommitted Rp 7,47 triliun.






Rupiah Hari Ini Diprediksi Bergerak di Level Rp 15.400

3 jam lalu

Rupiah Hari Ini Diprediksi Bergerak di Level Rp 15.400

Rupiah kemungkinan akan bergerak di level Rp 15.400-15.470 sepanjang hari ini.


Simak Jadwal Operasional Terbaru Bank Indonesia Menjelang Natal dan Tahun Baru

2 hari lalu

Simak Jadwal Operasional Terbaru Bank Indonesia Menjelang Natal dan Tahun Baru

Bank Indonesia atau BI menyesuaikan jadwal kegiatan operasional selama Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023. Simak detailnya berikut ini.


Alokasi Anggaran KUR Tahun Depan Naik jadi Rp 450 Triliun, Airlangga: Ekonomi Domestik Perlu Dijaga

2 hari lalu

Alokasi Anggaran KUR Tahun Depan Naik jadi Rp 450 Triliun, Airlangga: Ekonomi Domestik Perlu Dijaga

Pemerintah akan menetapkan anggaran untuk KUR sebesar Rp 450 triliun pada tahun 2023 atau naik dari tahun ini yang sebesar Rp 373 triliun.


Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 9,64 Triliun

2 hari lalu

Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 9,64 Triliun

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat modal asing masuk Rp9,64 triliun ke pasar keuangan Indonesia dalam satu pekan ini.


OJK Beri Insentif untuk Perusahaan Jasa Keuangan yang Dorong Industri Kendaraan Listrik

4 hari lalu

OJK Beri Insentif untuk Perusahaan Jasa Keuangan yang Dorong Industri Kendaraan Listrik

OJK berupaya mendukung program Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang dicanangkan pemerintah melalui pemberian sejumlah insentif.


Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

4 hari lalu

Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan Indonesia memiliki kekuatan tersendiri untuk menghadapi perekonomian global yang bergejolak.


Gubernur BI Paparkan 5 Risiko yang Dihadapi Perekonomian Global

4 hari lalu

Gubernur BI Paparkan 5 Risiko yang Dihadapi Perekonomian Global

Di tengah perekonomian global yang masih bergejolak, Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan ada risiko stagflasi, bahkan resflasi.


29 Bank Masuk BI Fast, Mewakili 87 Persen Sistem Pembayaran Ritel Nasional

6 hari lalu

29 Bank Masuk BI Fast, Mewakili 87 Persen Sistem Pembayaran Ritel Nasional

Bank Indonesia (BI) mengumumkan ada jumlah peserta BI Fast kini bertambah sebanyak 29 bank.


DANA Luncurkan Layanan QRIS Transfer, Tarik Tunai, dan Setor Tunai

6 hari lalu

DANA Luncurkan Layanan QRIS Transfer, Tarik Tunai, dan Setor Tunai

Dompet digital DANA turut menerapkan sistem QRIS TTS.


Gaet Kredivo Hadirkan Layanan Paylater, Telkomsel: Kami Tetap Bukan Lembaga Keuangan

6 hari lalu

Gaet Kredivo Hadirkan Layanan Paylater, Telkomsel: Kami Tetap Bukan Lembaga Keuangan

Telkomsel PayLater kini tersedia di aplikasi MyTelkomsel yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.