Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2019 Melambat Menjadi 5,05 Persen

image-gnews
Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto berbicara kepada wartawan, sesuai pemaparan Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2018, di Kantor Badan Pusat Statistik, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin 29 Juli 2019. Tempo/ Fikri Arigi.
Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto berbicara kepada wartawan, sesuai pemaparan Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2018, di Kantor Badan Pusat Statistik, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin 29 Juli 2019. Tempo/ Fikri Arigi.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2019 sebesar 5,05 persen secara year on year. Sedangkan pertumbuhan ekonomi triwulan II terhadap triwulan I 2019 terhitung sebesar 4,2 persen.

Dengan demikian, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi adalah 5,06 persen,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam pemaparan di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 5 Agustus 2019. 

Suhariyanto mengatakan laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2019 lebih lambat ketimbang triwulan yang sama 2018 sebesar 5,27 persen dan triwulan I 2019 yang mencapai 5,07 persen. Pertumbuhan triwulan II 2019 juga melambat ketimbang triwulan III 2018 yang mencapai 5,06 persen.

Adapun secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan II 2019
didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto sebesar 59,11 persen. Sedangkan pertumbuhan di wilayah Maluku dan Papua masih mengalami kontraksi sebesar -13,2 pesen. 

Bila dihitung secara Q to Q, Suhariyanto mengatakan pertumbuhan paling tinggi terjadi untuk sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Pertumbuhan di sektor tersebut mencapai 13,80 persen. Sedangkan jasa pendidikan hanya tumbuh 3,09 persen dan jasa lainnya tumbuh sebesar 4 persen.

Suhariyanto mengatakan perekonomian Indonesia pada triwulan II melambat karena terpengaruh kondisi ekonomi global pada periode yang sama yang juga menunjukkan perlambatan. Berdasarkan data yang dihimpun BPS, ekonomi mitra dagang Indonesia, seperti Cina, Amerika Serikat, Singapura, dan Korea Selatan mengalami pertumbuhan lebih lambat ketimbang periode yang sama pad tahun sebelumnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pertumbuhan ekonomi Cina pada triwulan II 2019, ujar dia, hanya tumbuh 6,2 persen. Angka itu melambat ketimbang triwulan II tahun sebelumnya yang mencapai 6,7 persen.

Sedangkan pertumbuhan Amerika Serikat melambat menjadi 2,3 persen dari semula 3,2 persen; Singapura melambat menjadi 0,1 persen dari semula 4,2 persen; dan Korea Selatan melambat menjadi 2,1 persen ketimbang triwulan 2 sebesar 2,9 persen. 

Adapun realisasi belanja pemerintah dalam APBN Triwulan II 2019 mencapai Rp 582,45 triliun atau 23,57 persen dari total pagu APBN 2019. Realisasi belanja pemerintah triwulan ini naik ketimbang triwulan yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya 23,64 persen. 

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Inflasi RI 2,84 Persen, Jokowi: Salah Satu yang Terbaik di Dunia

1 hari lalu

Ilustrasi Inflasi. kemenkeu.co.id
Inflasi RI 2,84 Persen, Jokowi: Salah Satu yang Terbaik di Dunia

Jokowi mengatakan salah satu hal yang selalu dia tanyakan saat kunjungan ke daerah adalah tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonominya.


Bahlil Mengeluh Anggaran Kementerian Dipangkas Sri Mulyani: Lebih Rendah dari Camat DKI

3 hari lalu

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, mendatangi Markas Besar Polisi Republik Indonesia atau Mabes Polri untuk melaporkan terkait dugaan pencemaran nama baik, pada Selasa, 19 Maret 2024. TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Bahlil Mengeluh Anggaran Kementerian Dipangkas Sri Mulyani: Lebih Rendah dari Camat DKI

Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia protes anggarannya dipangkas sementara target investasi ditetapkan naik. Ia minta target RKP direvisi dan DPR panggil Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas


BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Stabil di 2,6 Persen, Begini Penjelasan Lengkapnya

3 hari lalu

Bank Dunia. worldbank.org
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Stabil di 2,6 Persen, Begini Penjelasan Lengkapnya

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi global bakal stabil di level 2,6 persen pada tahun 2024 ini.


Alasan Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tercapai saat Masa Transisi

6 hari lalu

Menteri Pertahanan dan Presiden terpilih Prabowo Subianto berbicara dalam Dialog Shangri-La di Singapura 1 Juni 2024. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia bersedia mengirimkan pasukan penjaga perdamaian untuk menegakkan gencatan senjata di Gaza jika diperlukan. REUTERS/Edgar Su
Alasan Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tercapai saat Masa Transisi

Ekonom merespons target pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam APBN tahun 2025 pada rentang 5,1 hingga 5,5 persen


Pemerintah dan Komisi XI Sepakati Asumsi Makro Ekonomi APBN 2025 di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo

9 hari lalu

Suasana rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 12 Desember 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis
Pemerintah dan Komisi XI Sepakati Asumsi Makro Ekonomi APBN 2025 di Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo

Komisi XI DPR RI menyepakati target pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam APBN 2025 berada pada rentang 5,1 hingga 5,5 persen.


Ma'ruf Amin Dorong Papua Barat Daya Kebut Pertumbuhan Ekonomi Syariah

9 hari lalu

Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat mengukuhkan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Papua Barat Daya resmi dikukuhkan di Gedung Lambert Jitmau, Sorong, Papua Barat Daya, pada Kamis, 6 Juni 2024. Foto Setwapres
Ma'ruf Amin Dorong Papua Barat Daya Kebut Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Ma'ruf Amin mendorong pengoptimalan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong untuk menarik investasi baru.


Bos BI: Ekonomi RI 2025 Tumbuh 4,8-5,6 Persen, Dipengaruhi Kebijakan Fiskal

10 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Februari 2024 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu 21 Februari 2024. Perry Warjiyo mengatakan keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability. TEMPO/Tony Hartawan
Bos BI: Ekonomi RI 2025 Tumbuh 4,8-5,6 Persen, Dipengaruhi Kebijakan Fiskal

Perry Warjiyo mengatakan negara-negara mitra dagang utama RI mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.


Sri Mulyani Sebut RI Perlu Pertumbuhan Ekonomi 6-8 Persen untuk Keluar dari Middle Income Trap

10 hari lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama jajarannya menyampaikan konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2024 di Jakarta, Senin 27 Mei 2024. Berdasarkan data Kementerian Keuangan APBN mengalami surplus Rp75,7 triliun atau 0,33 persen dari produk domestik bruto (PDB). TEMPO/Tony Hartawan
Sri Mulyani Sebut RI Perlu Pertumbuhan Ekonomi 6-8 Persen untuk Keluar dari Middle Income Trap

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, Indonesia perlu mencapai pertumbuhan ekonomi 6 sampai 8 persen untuk bisa keluar dari middle income trap.


Asia Disebut Mesin Pertumbuhan Ekonomi Global, HSBC Tawarkan 4 Prioritas Investasi

11 hari lalu

Global Chief Investment Officer HSBC Global Private Banking Willem Sels menyampaikan laporan bertajuk Power Up with Income and Growth di Kawasan Jakarta Selasa, pada Selasa, 4 Juni 2024. Tempo/Adil Al Hasan
Asia Disebut Mesin Pertumbuhan Ekonomi Global, HSBC Tawarkan 4 Prioritas Investasi

HSBC menyatakan optimistis dengan kondisi di kuartal III-2024 , sehingga investasi perlu dilakukan.


Aplikasi Pencari Kerja Ungkap Alasan Hampir 10 juta Gen Z Menganggur

11 hari lalu

Sales Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan dalam peluncurkan laporan terbaru berjudul
Aplikasi Pencari Kerja Ungkap Alasan Hampir 10 juta Gen Z Menganggur

BPS menyebutkan 9,89 juta penduduk berusia 15-24 tahun yang dikenal sebagai Gen Z masuk dalam golongan Not Employment, Education, or Training (NEET)