Warga Pekanbaru Keluhkan Asap dan Kebakaran Hutan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga tetap melaksanakan aktivitas olahraga di kompleks stadion utama Riau, meski kabut asap pekat kembali menyelimuti daerah Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan membuat kualitas udara di Pekanbaru memburuk. TEMPO/Riyan Nofitra

    Warga tetap melaksanakan aktivitas olahraga di kompleks stadion utama Riau, meski kabut asap pekat kembali menyelimuti daerah Pekanbaru, 18 Oktober 2015. Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan membuat kualitas udara di Pekanbaru memburuk. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Warga Kota Pekanbaru mengeluhkan dampak asap kebakaran hutan dan lahan yang mulai mengganggu kesehatan dan aktivitas keseharian.

    Seorang warga Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Wati, mengatakan dua di antara tiga anaknya menderita batuk-batuk selama dua hari terakhir. "Bahkan anak pertama saya suaranya sudah serak, padahal dia tidak jajan es di sekolahan," katanya, Minggu, 4 Agustus 2019.

    Dia menduga kuat gangguan kesehatan kedua anaknya tersebut, disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sebagian Kota Pekanbaru dan sejumlah kabupaten tetangga.

    Untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah, dia mengenakan masker kepada anaknya jika terpaksa harus keluar rumah.

    Dia menuturkan dampak asap akan lebih terasa pada pagi hari hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Selama kurun waktu itu, aroma asap menyengat seperti bakaran asap mudah tercium sehingga harus pakai masker.

    Dia berharap, kebakaran hutan dan lahan bisa teratasi agar dampaknya tidak membahayakan."Kalau ada orang atau pihak tertentu sengaja membakar lahan, tangkap saja jangan diberi ampun karena dampaknya merugikan jutaan orang," katanya.

    Pada kesempatan sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Riau menurunkan personel untuk membagikan masker kepada warga untuk mengantisipasi dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang mulai menyelimuti Kota Pekanbaru. “Kita ada persediaan 10 ribu masker, dan kita bagikan secara gratis untuk masyarakat,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Riau Yohanes.

    Petugas dari Dinas Kesehatan dibagi ke sejumlah lokasi untuk membagikan masker. Lokasi pembagian masker di antaranya di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tuanku Tambussai, Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Yos Sudarso. Masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor, mobil, dan pejalan kaki.

    Selain membagikan masker, petugas juga mengedukasi warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah saat kabut asap menyelimuti udara.

    Dinas Kesehatan akan langsung turun ke lapangan apabila kabut asap akibat kebakaran hutan kembali menyelimuti Pekanbaru. Kabut asap sifatnya dinamis dan biasanya muncul pada pagi hari. Di Kota Pekanbaru hingga saat ini terdapat sekitar 700 penderita infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh polusi asap di ibu kota Provinsi Riau itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.