Suku Bunga Turun, Sri Mulyani: Likuiditas Negara Lebih Rileks

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat Perayaan Hari Kemerdekaan AS ke-243 di kediaman Duta Besar AS di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019. Selain Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pun turut hadir dalam acara tersebut. ANTARA

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat Perayaan Hari Kemerdekaan AS ke-243 di kediaman Duta Besar AS di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019. Selain Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pun turut hadir dalam acara tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - The Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada Rabu kemarin baru menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penurunan tersebut merupakan tanda adanya perubahan arah kebijakan moneter dari bank sentral Amerika.

    "Ya penurunan bunga ini kan berarti  tanda bahwa mereka berubah arah dari kebijakan moneternya," kata Sri saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, 1 Agustus 2019.

    Sri Mulyani mengungkapkan, penurunan suku bunga The Fed juga berguna untuk mengurangi tekanan bagi negara-negara berkembang. Karena dulu saat ada kenaikan, ini berdampak bagi aliran modal yang cenderung keluar yang memunculkan perubahan nilai tukar itu sendiri.

    "Maka posisi ini tentu akan berdampak kepada daerah, negara-negara yang akan memiliki space lagi dari sisi cost of money lebih rendah, likuiditas ya juga jauh lebih rileks," kata Sri Mulyani.

    Sebelumnya, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga The Fed, telah memangkas target  suku bunga acuan federal fund (FFR) sebesar 25 basis poin ke kisaran 2 persen hingga 2,25 persen.

    "Sepanjang tahun ini, pertumbuhan global yang lemah, ketidakpastian kebijakan perdagangan, dan inflasi yang diredam telah mendorong FOMC untuk menyesuaikan penilaiannya terhadap jalur suku bunga yang tepat," kata Ketua Fed Jerome Powell pada konferensi pers, Rabu sore, 31 Juli 2019.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.