Bagaimana Nasib Jakarta Bila Ibu Kota Pindah ke Kalimantan?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis, 25 Juli 2019. Bukit Nyuling itu merupakan salah satu daerah yang menjadi calon ibu kota baru menggantikan Jakarta. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis, 25 Juli 2019. Bukit Nyuling itu merupakan salah satu daerah yang menjadi calon ibu kota baru menggantikan Jakarta. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berencana memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke salah satu provinsi di Kalimantan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional alias Bappenas membuka kemungkinan masterplan ibu kota anyar dirancang mulai 2020. 

    Setelah ibu kota pindah, lantas seperti apa nasib Jakarta? Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengatakan Kota Jakarta akan tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi meski ibu kota resmi pindah ke Borneo.

    Menurut Rudy, sejumlah kantor pusat keekonomian masih bakal bernaung di Jakarta. "Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal masih tetap di Jakarta," ujarnya saat dihubungi pada Rabu, 31 Juli 2019. 

    Rudy mencontohkan Australia. Setelah pusat pemerintahan pindah ke Canberra, Sydney saat ini tetap menjadi kota yang berfungsi sebagai roda penggerak utama ekonomi.
    Begitu pula yang terjadi di Brasil dan Amerika Serikat. 

    Rencana titik pemindahan ibu kota sebelumnya telah disorongkan ke presiden. Rudy menyebutkan ada tiga provinsi sebagai calon kuat ibu kota. Ketiganya adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. 

    Menurut dia, ada beberapa alasan Bappenas menitikberatkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan. Pertama, kesediaan lahan yang masih luas dan sebagian besar milik pemerintah bakal memudahkan proyek pemindahan. 

    "Kedua, kami melihat Kalimantan punya pelabuhan yang memadahi. Sisi maritim ini harus dipertahankan," ujarnya. Sedangkan ketiga, Kalimantan tergolong kota yang memiliki potensi aksesibilitas yang kuat. Hal itu tercermin dengan keberadaan sejumlah bandara besar, seperti Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan. 

    Selanjutnya, Kalimantan dianggap tepat sebagai ibu kota karena relatif aman dari ancaman bencana, khususnya gempa dan tsunami. Adapun pemindahan ibu kota, menurut Rudy, memiliki tujuan untuk pemerataan distribusi. 

    Dalam rancangannya, Bappenas bakal memproyeksikan ibu kota di Kalimantan memiliki konsep green, smart, beautiful, dan sustaniable. "Green dan sustainable maksudnya kita pastikan lingkungan terjaga," ujarnya. Menurut Rudy, ibu kota yang sudah menggalakkan konsep tersebut saat ini adalah London.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.