Hyundai Siap Investasi USD 1 M, Luhut: Dapat Tanah di Karawang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama sejumlah stakeholder di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis petang, 25 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama sejumlah stakeholder di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis petang, 25 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan perusahaan otomotif asal Korea Selatan Hyundai Motor Company akan membangun pabrik mobil listrik di Karawang, Jawa Barat. Nilai investasi dari pembangunan pabrik itu sekitar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 14 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS.)

    "Hyundai mau investasi US$ 1 miliar, kira-kira. Dan sudah dapat tanahnya di Karawang. Nanti November mereka akan tanda tangan di Seoul, Korea Selatan," katanya, Jumat, 26 Juli 2019.

    Menurut Luhut, nantinya penandatangan kesepakatan investasi akan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Produsen mobil terbesar di Negeri Ginseng itu akan membangun pabrik mobil listrik yang semua proses perakitannya akan dilakukan di Tanah Air.

    Investasi US$ 1 miliar AS akan digelontorkan secara bertahap untuk pembangunan pabrik di Karawang. Namun Luhut belum bisa memastikan kapan peletakan batu pertama proyek tersebut bisa dilakukan.

    Yang pasti, saat ini pemerintah tengah mendorong agar ada percepatan penyelesaian perizinan investasinya. "Nanti dia (Hyundai) mau bikin dua pabrik, satu di situ (Karawang) dan kita tawarkan satu lagi di Jawa Tengah," kata Luhut.

    Meski belum mengetahui lokasi di Jawa Tengah, Luhut mengatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menawarkan opsi lokasi yang bisa digunakan untuk investasi tersebut.

    Lebih lanjut, mantan Menko Polhukam itu mengatakan pemerintah akan mengkaji lokasi pabrik baterai mobil listrik akan tetap di Morowali, Sulawesi Tengah, atau ikut diboyong ke Karawang agar lebih dekat pada fasilitas produksi mobil listrik.

    Namun, yang pasti, pasokan bahan baku baterai mobil listrik telah tersedia di Tanah Air sehingga tidak perlu ada kekhawatiran kekurangan.

    Khusus produksi baterai lithium untuk mobil listrik, Luhut mengaku akan mendorong perusahaan asal Korea Selatan LG untuk bisa masuk dan bekerja sama dengan Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL). Perusahaan asal Cina itu merupakan salah satu produsen baterai mobil listrik terbesar dunia. “Baterai lithiumnya kita buat antara CATL dan kita berharap juga LG (ikut berinvestasi),” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.