Airlangga Hartarto: Compal Group Ingin Buka Pabrik di Indonesia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah siap menyambut rencana investasi Compal Group dari Taiwan yang ingin membuka pabrik baru di Indonesia.

    "Mereka [Compal] lagi mengkaji. Dalam penjajakannya, mereka melihat lokasi baru di ASEAN dan akan minat masuk investasi di Indonesia. Dengan adanya fasilitas insentif tax holiday yang kami tawarkan, mereka sangat tertarik untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Airlangga dalam keterangan resminya, Sabtu, 20 Juli 2019.

    Airlangga menuturkan saat ini Indonesia terbuka terhadap berbagai rencana aksi investasi dalam bidang elektronik. Pemerintah bahkan telah menerbitkan sejumlah aturan intensif perpajakan dan skema nonkeuangan agar investasi dapat terealisasi.

    Menurut Airlangga, peningkatan investasi pada industri elektronik di Indonesia akan membuat pemerintah memperluas basis sektor penghasil devisa. Peningkatan produksi produk elektronik juga membuka ruang pengurangan impor produk sejenis.

    "Mereka produsen iPad, Apple Watch dan banyak produk lain. Untuk market share dunia mendekati 25 persen dan mereka produsen dari hampir semua mini notebook,” katanya.

    Compal Group merupakan perusahaan manufaktur produk 5C seperti notebook computers, tablets, wearable devices, dan smartphones. Grup bisnis ini juga tengah mengembangkan produknya berbasis aplikasi IoT untuk menciptakan smart house, smart car, dan smart health care.

    Compal telah beroperasi di Asia Tenggara. Pada 2007 perusahaan memulai produksi di Vietnam. Compal kemudian memiliki service center di Polandia dan pabrik di Brasil. Diseluruh dunia grup ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 80.000 orang.

    Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, mengemukakan, niat Compal untuk mencari lokasi produksi baru karena dampak perang dagang Cina-AS, sehingga perlu ada diversifikasi pasar.

    “Mereka melihat pasar dalam negeri kita cukup besar. Kalau dia jadi masuk, akan membangun satu klaster dengan vendornya,” ungkapnya.

    Baca berita soal Airlangga Hartarto lainnya di Tempo.co

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.