Layanan Ekspor Impor di Pelabuhan Tanjung Priok Jadi 7 x 24 Jam

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspor perdana All New Honda Brio ke Filipina melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 10 April 2019. (HPM)

    Ekspor perdana All New Honda Brio ke Filipina melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 10 April 2019. (HPM)

    TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah akan membuka layanan ekspor - impor di Pelabuhan Tanjung Priok selama 7x24 jam. Layanan itu meliputi bea cukai, operasional syahbandar, imigrasi, kesehatan pelabuhan, perbankan, hingga karantina.

    BACA: Menjelang Kabinet Baru, Susi Pudjiastuti Mau Tingkatkan Ekspor

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pelabuhan sebagai zona integritas. “Berkaitan dengan jumlah hari produktif kapal itu merapat, sebelum ini tiga hari, lalu sekarang 4-5 hari. Nah, kita inginnya 7 hari 24 jam,” ujar Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu, 7 Juli 2019.

    Budi Karya optimistis produktivitas pengapalan dan distribusi impor-ekspor melonjak setelah layanan untuk produk-produk tersebut dibuka selama 24 jam. Ihwal pengoperasian zona integritas yang terus-menerus, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan mengatur jadwal anggota jaga supaya terjadi pergantian saat jam istirahat tiba.

    BACA: Pertamina Ekspor Perdana dari Kilang Balikpapan Senilai USD 10 M

    Layanan untuk ekspor-impor tidak berhenti dilakukan di wilayah Pelabuhan Tanjun Priok, tapi juga di jalan-jalan tol. “Berkaitan dengan jalan tol, saat ini keberadaannya tidak terorganisasi dengan baik. Maka kita akan tingkatnya,” ucap Budi.

    Dengan layanan non-stop untuk truk-truk barang ekspor-impor di kawasan jalan tol, ritase bakal bertambah, Truk-truk pun lebih produktif sehingga kejadian kontainer kosong setelah menurunkan barang dapat dihindari. “Kontainer kan banyak yang dibawa kembali dalam keadaan kosong. Kita akan minta supaya saat kembali, kontainer juga dalam keadaan berisi,” ucapnya.

    Saat ini, zona integritas Tanjung Priok dikerjakan bersama oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok, Kantor Distrik Navigasi Tanjung Priok, Komando Lintas Laut Militer Tanjung Priok. Selain itu, dengan Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok,  Imigrasi Kelas I Tanjung Priok, Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung  Priok,  Karantina Tumbuhan Tanjung Priok, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Tanjung Priok, PT Pelindo (Persero) II Pusat, dan PT Pelindo (Persero) II Cabang Tanjung Priok.

    Budi Karya mengatakan optimalisasi layanan bea cukai bukan hanya meningkatkan produktivitas ekspor dan impor. Namun juga bakal menekan biaya pengapalan.

    Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Hermanta mengatakan berdasarkan data,volume barang ekspor-impor di wilayahnya mencapai 7,2 juta TEUs hingga akhir 2018 lalu. Jumlah itu jauh meningkat ketimbang tahun sebelumnya yang hanya 5,5 juta TUEs. Dengan layanan 24 jam per 7 hari, ia berharap volume barang akan meningkat hingga akhir 2019.

    Baca berita tentang Ekspor lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.