Sultan HB X Setujui Tol Solo - Yogya, Ini Pesan Asosiasi Truk

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan tol. dok.TEMPO

    Ilustrasi jalan tol. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Semarang -  Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia atau Aptrindo Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta menilai pembangunan jalan tol Solo - Yogya dan Bawen – Yogyakarta akan membuat arus distribusi barang semakin cepat.

    Baca: Menteri PU Buka-bukaan soal 2 Paket Proyek Tol Solo - Yogyakarta

    Hal tersebut dinyatakan oleh Wakil Ketua DPD Aptrindo Jawa Tengah & DIY Bambang Widjanarko. Ia optimistis pembangunan jalan tol Solo - Yogya yang sudah mendapat lampu hijau oleh Sultan Hamengkubuwono X dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah menjadi lebih kencang. 

    Bambang mengungkapkan pembangunan kedua jalan tol tersebut juga akan sangat menguntungkan bagi para pelaku usaha truk. “Karena sudah pasti tol akan mempercepat arus distribusi barang,” kata Bambang, Senin, 24 Juni 2019.

    Lebih jauh Bambang menjelaskan, pembangunan jalan  tol sebaiknya jangan sampai terlambat karena akan sulit bagi pemerintah untuk mengatasi kemacetan dibandingkan dengan mencegah kemacetan yang akan terjadi akibat terlambat membangun infrastruktur.

    Contoh pembangunan infrastruktur jalan tol yang terlambat, dia menilai adalah jalan tol melayang atau elevated pada ruas Jakarta – Cikampek. Kondisi tersebut, ujarnya membuat kemacetan yang terjadi cukup parah.

    Adapun pembangunan jalan tol yang tepat pada waktunya adalah pembangunan jalan tol ke arah Jawa Timur. Pada saat itu, dia menuturkan, waktu tempuh kendaraan dari Solo menuju Kertosono yang berjarak 185 kilometer sudah sering di atas 5 jam.

    “Nah, pada waktu-waktu tertentu sekarang ini waktu tempuh antara Yogyakarta dan Solo pun sudah sangat macet, mengingat sepanjang tahun kedua kota tersebut memang sudah tradisi sejak dahulu selalu menjadi icon pariwisata Indonesia,” kata Bambang.

    Bambang menambahkan, jumlah perjalanan atau ritase dan volume barang yang diangkut oleh pengusaha truk akan mengalami peningkatan ketika tol Solo – Yogyakarta dan Bawen – Yogyakarta telah terbangun karena arus distribusi barang akan semakin cepat. Saat ini, Yogyakarta memiliki peran penting bagi salah satu produsen susu yang banyak beredar di dalam negeri.

    Tidak hanya itu, pegunungan di Wonosari, Gunungkidul, Jawa Tengah juga menjadi tempat bagi pemasok nasional terkait dengan calcium calcite. Adapun banyak kerajinan tangan di Yogyakarta yang diekspor ke luar negeri. “(Di Yogyakarta) Selain banyak barang kerajinan export, juga bahan mentah untuk berbagai macam industri,” katanya.

    Saat ini, asosiasi belum melakukan survei terkait dengan dampak tol Solo – Yogyakarta dan Bawen – Yogyakarta terhadap kinerja pelaku usaha truk. Termasuk terkait dengan tarif tol yang harus berlaku, dan sebagainya. Dia menuturkan manfaat dan pengeluaran yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha truk masih seimbang terkait dengan tarif jalan tol yang berlaku saat ini.

    Baca: Tol Solo - Yogyakarta, PUPR: Tak Ada Penolakan, Jalan Terus

    Oleh karena itu, jika ada pengurangan atau diskon tarif jalan tol Solo - Yogya, maka benefit yang dinikmati pelaku usaha truk sebesar pengurangan tersebut. “Banyak hal bisa diirit, namun karena tarifnya masih dianggap terlalu mahal, maka belum ada keuntungan yang signifikan,” katanya. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.