4 BUMN Masuk Daftar Perusahaan Publik Terbesar Dunia Versi Forbes

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) bersama Gubernur Ridwan Kamil (kedua kanan), Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia Xiao Qian (kedua kiri), Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra (kiri) dan Komisaris PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) Bintang Perbowo (tengah) menyaksikan Tunnel Walini dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 14 Mei 2019. Terowongan sepanjang 608 meter berhasil ditembus dalam waktu 15 bulan. ANTARA/M Agung Rajasa

    Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) bersama Gubernur Ridwan Kamil (kedua kanan), Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia Xiao Qian (kedua kiri), Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra (kiri) dan Komisaris PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) Bintang Perbowo (tengah) menyaksikan Tunnel Walini dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 14 Mei 2019. Terowongan sepanjang 608 meter berhasil ditembus dalam waktu 15 bulan. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat badan usaha milik negara (BUMN) masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia pada 2019, yang dirilis majalah ekonomi asal Amerika Serikat, Forbes. Keempat BUMN yang masuk daftar, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 

    Baca juga: Krakatau Steel Targetkan Restrukturisasi Utang Rampung Akhir Juni

    "Saya sangat bangga dengan masuknya 4 perusahaan BUMN ke dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia versi majalah Forbes. Peringkat Forbes ini menunjukkan bahwa BUMN Indonesia memiliki daya saing yang kuat dengan perusahaan top global lainnya," kata Menteri BUMN Rini Soemarno dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 Juni 2019.

    Dia menjelaskan, pencapaian tersebut juga tak lepas dari kinerja BUMN yang semakin kuat dan kokoh berkat kerja keras dan sinergitas yang dibangun melalui  visi BUMN One Nation, One Vision, One Family, to Excellence.

    "Saat pertama saya ditunjuk sebagai Menteri BUMN, keuntungan BUMN Rp 143 triliun dan dengan kerja keras seluruh insan BUMN, pada 2018 untungnya di atas Rp 200 triliun," ujarnya.

    Menurut Rini, kinerja positif ini akan dijaga dan tingkatkan agar BUMN dapat terus melayani negeri, menjadi agen pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Adapun Forbes merilis daftar 2.000 perusahaan publik global terbesar di dunia pada 2019. Perusahaan-perusahaan yang dipilih Forbes ini tersebar di 61 negara. Penetapan kriteria perusahaan publik global terbesar, mengacu pada ukuran kapitalisasi pasar, penjualan atau pendapatan, laba, dan aset di 2018.

    Dalam daftar tersebut, BRI menempati posisi 363. Bank terbesar di Indonesia ini tercatat memiliki kapitalisasi pasar (market cap) US$ 38,8 miliar. Berdiri pada 1895, BRI fokus membiayai sektor mikro dan ritel, terutama UMKM. Dengan nilai pendapatan mencapai US$ 9,4 miliar, perusahaan memperoleh laba US$ 2,3 miliar dan aset US$ 90,2 miliar.

    Sementara Bank Mandiri masuk dalam posisi 481. Selama ini, Bank Mandiri lebih banyak beroperasi di sektor korporasi, komersial, serta bisnis. Bank Mandiri mencatatkan pendapatan US$ 8 miliar, dengan perolehan laba US$ 1,8 miliar dan aset mencapai US$ 83,6 miliar. Adapun nilai kapitalisasi pasarnya sebesar US$ 25,9 miliar.

    PT Telkom Indonesia menempati posisi 747. Telkom merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Pendapatan perusahaan mencapai US$ 9,4 miliar dengan perolehan laba US$ 1,3 miliar dan aset US$ 13,8 miliar. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan dilaporkan mencapai US$ 27,2 miliar.

    Selanjutnya, BNI yang berada pada posisi 835. BNI menjadi bank BUMN ketiga yang masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia.  Pendapatan bank ini tercatat US$ 4,9 miliar, dengan raihan laba US$ 1,1 miliar.Adapun asetnya US$ 56,2 miliar dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 13,1 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.