199 Ribu Mobil Tinggalkan Jakarta melalui GT Cikampek Utama

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama pada H-4 Lebaran di Cikampek, Jawa Barat, Sabtu, 1 Juni 2019. Diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada Sabtu, 1 Juni 2019. ANTARA

    Sejumlah kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama pada H-4 Lebaran di Cikampek, Jawa Barat, Sabtu, 1 Juni 2019. Diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada Sabtu, 1 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Irra Susiyanti mengatakan selama tiga hari kemarin, atau 29-31 Mei 2019, terpantau total 198.957 atau hampir 199 Ribu kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Jumlah ini naik sebesar 182,4 persen dari Lalulintas Harian (LHR)normal sebesar 70.452 kendaraan.

    Baca: Tol Trans Jawa Padat Lagi, One Way Bakal Diperpanjang 400 Km

    Untuk lalin pada hari Jumat, 31 Mei, Jasa Marga mencatat 69.651 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui GT Cikampek Utama. Angka tersebut naik sekitar 197 persen LHR normal sebesar 23.484 kendaraan.

    "Dapat disimpulkan, volume lalu lintas tertinggi yang menuju arah Timur melalui GT Cikampek Utama hingga saat ini masih tercatat pada hari Kamis lalu yaitu sebanyak 71.901 kendaraan meninggalkan Jakarta, yang naik sekitar 206 persen dari LHR normal sebesar 23.484 kendaraan," kata Irra dalam keterangan tertulis, Sabtu, 1 Juni 2019.

    Sementara itu, dari volume lalu lintas yang meningkat sejak Sabtu dini hari tadi hingga saat ini, Jasa Marga memprediksi masih ada peningkatan lalin yang cukup signifikan hari ini. Sehingga mengimbau pengguna jalan yang belum melakukan perjalanan mudik agar dapat mengantisipasi waktu keberangkatan, kondisi lalu lintas serta rute perjalanan alternatif lainnya.

    Untuk melayani lalu lintas mudik Lebaran 2019, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek selaku operator Jalan Tol Jakarta-Cikampek sesuai diskresi dan bekerjasama dengan Kepolisian melakukan sejumlah pengaturan lalu lintas.

    "Pemberlakuan kombinasi rekayasa lalu lintas one way dan contraflow berhasil mencairkan kepadatan, terutama dengan mengoperasikan jumlah maksimal gardu operasi di GT Cikampek Utama sebanyak 28 gardu," ujar Irra.

    Baca: Kendaraan Kecil Diimbau Transaksi di Jalur Kiri Cikampek Utama

    Selain itu untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan, Jasa Marga menambah jumlah petugas di lapangan untuk membantu mengarahkan pengguna jalan terutama menjelang titik rekayasa lalu lintas. Jasa Marga dan Kepolisian juga melakukan sejumlah pengaturan rest area seperti buka tutup rest area yang berpotensi menimbulkan kepadatan di lajur, termasuk menindak tegas pengguna jalan yang berhenti di luar rest area bahu jalan untuk beristirahat.

    Simak berita lainnya terkait Cikampek Utama di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.