4 Kritik Faisal Basri Sebelum Dukung Jokowi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

    Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji



    Sektor Pertanian Turun, Industri Memble
    Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Faisal Basri menyampaikan tantangan Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Faisal mengatakan salah satu yang menjadi masalah, Indonesia tidak pernah menjadi negara industri, melainkan langsung ke jasa.

    "Ini masalahnya. Industrinya terus mengalami penurunan. Bahkan pernah sektor industri manufaktur di kuartal 3 sudah di bawah 20 persen," kata Faisal dalam Tempo Economic Briefing di Ballroom II The Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

    Sementara, kata Faisal sektor pertanian turunnya cepat, tapi pekerja di sektor pertanian tidak turun-turun secara signifikan. Bila dilihat dari komposisi tenaga kerja, sekitar 30 persen masih di pertanian, tapi di industri hanya 14,7 persen.

    Menurut Faisal, saat ini seharusnya transformasi terjadi di sektor pertanian.

    "Produktivitasnya naik, tidak butuh lahan lebih banyak, nilai tambah sektor pertaniannya turun," tuturnya. Tapi kenyataannya sekarang, pekerja di sektor pertaniannya pindah ke industri. "Tapi industrinya memble, sehingga mereka larinya ke sektor jasa, tapi bukan jasa modern," katanya.

    Faisal Basri mengatakan jumlah industri besar dan menengah mencakup kira-kira 90 persen sumbangan terhadap nilai tambah dalam PDB. Sedangkan industri kecil hanya 10,6 persen terhadap PDB.

    CAESAR AKBAR | FRANCISCA CHRISTY | DIAS PRASONGKO | HENDARTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.