Saham Boeing Anjlok Usai Ethiopian Airlines Jatuh

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boeing 737 Max 8 di Zhoushan, Cina, pada bulan Desember. Maskapai penerbangan Cina mengoperasikan 96 pesawat jenis ini pada Senin, 11 Maret 2019.[Thomas Peter / Reuters]

    Boeing 737 Max 8 di Zhoushan, Cina, pada bulan Desember. Maskapai penerbangan Cina mengoperasikan 96 pesawat jenis ini pada Senin, 11 Maret 2019.[Thomas Peter / Reuters]

    TEMPO.CO, New York - Saham Boeing turun tajam pada perdagangan Senin kemarin, 11 Maret 2019 setelah salah satu pesawat jenis terbaru produksi raksasa dirgantara tersebut, Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh dan menelan korban 157 orang pada sehari sebelumnya.

    Baca: Ethiopian Airlines yang Jatuh sama dengan Pesawat Nahas Lion Air

    Ethiopian Airlines mengkonfirmasi bahwa Boeing 737 Max 8, menuju Nairobi, Kenya, jatuh tak lama setelah lepas landas dari ibukota Ethiopia, Addis Ababa pada Ahad, 10 Maret 2019 pagi. Pesawat jatuh dan menewaskan seluruh penumpang di dalamnya.

    "Boeing sangat sedih mengetahui kematian penumpang dan awak di Ethiopian Airlines, Penerbangan 302, pesawat 737 MAX 8," tulis perusahaan yang berbasis di Chicago itu dalam sebuah pernyataan pada Ahad, 10 Maret 2019.

    Setelah berita utama itu, otoritas di Cina, Indonesia, dan Ethiopian Airlines telah mengumumkan untuk melarang terbang pesawat 737 Max 8.

    Pesawat Boeing 737 Max adalah jenis pesawat terpenting Boeing, menghasilkan sekitar sepertiga dari laba operasi perusahaan. Jenis pesawat ini adalah salah satu andalan Boeing untuk bersaing dengan rivalnya, Airbus.

    Lusinan maskapai sekarang memiliki salah satu dari 737 Max Boeing di armada mereka. Di Amerika Serikat, American and Southwest menerbangkan 737 Max 8 dan masing-masing memesan lebih banyak.

    Saham Boeing yang merupakan komponen Dow ini, jatuh lebih dari 9 persen pada pembukaan dan berakhir turun 5,33 persen menjadi ditutup pada US$ 400,01 per saham, setelah sempat jatuh sebanyak 13 persen untuk penurunan intraday terbesar sejak 17 September 2001, memimpin kerugian dalam Dow.

    Saham Southwest Airlines ditutup turun sekitar 0,31 persen menjadi 51,61 dolar AS per saham setelah tenggelam sekitar 3,65 persen di sesi pagi. Southwest memiliki 34 jet Boeing 737 Max 8 dalam armadanya yang berjumlah lebih dari 750 pesawat pada 31 Desember 2018 dan tetap "yakin akan keselamatan dan kelaikan udara" dari pesawatnya, kata operator itu dalam sebuah pernyataan, Senin, 11 Maret 2019.

    Sementara itu saham American Airlines berhasil berubah positif dengan naik 0,44 persen menjadi ditutup di US$ 32,05, setelah turun sekitar satu persen tak lama setelah bel pembukaan Senin, 11 Maret 2019.

    Saham United Continental turun 0,024 persen pada akhir perdagangan menjadi 82,38 dolar AS per saham. Perusahaan itu mengatakan tidak mengoperasikan Max 8 tetapi ia memiliki lebih dari selusin versi Max 9 yang lebih besar dari 737.

    Baca: Buntut Insiden Boeing 737 Max 8, Menteri Luhut Akan Gelar Rapat

    Jatuhnya Ethiopian Airlines tersebut menandakan kali kedua dalam setengah tahun terakhir, pesawat terlaris Boeing mengalami kecelakaan fatal. Pada Oktober, pesawat Lion Air dengan kode penerbangan  JT 610 yang jatuh di perairan Teluk Karawang, 29 Oktober 2018 lalu, berjenis Boeing 737 MAX 8. Pesawat buatan tahun 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 tersebut mengangkut 188 penumpang kala itu. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.