Tiga Hari Dibuka, 165 Ribu Pelamar Berebut Lowongan Kerja BUMN

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi seorang pencari kerja saat melihat sejumlah lowongan kerja di Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Nasional ke-XVI di Hall C2-C3 JIExpo Arena Pekan Raya,  Kemayoran,  Jakarta, 25 Agustus 2017. TEMPO/Subekti.

    Ekspresi seorang pencari kerja saat melihat sejumlah lowongan kerja di Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Nasional ke-XVI di Hall C2-C3 JIExpo Arena Pekan Raya, Kemayoran, Jakarta, 25 Agustus 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga hari setelah pendaftaran dibuka sejak 8 Maret 2019, sebanyak 165 ribu pelamar kerja tercatat telah mendaftar untuk memperebutkan 11 ribu lowongan kerja di 110 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sistem lowongan kerja seperti ini merupakan rekrutmen perdana dengan model satu jalur bersama dan serentak yang dipimpin oleh Kementerian BUMN.

    Baca: BUMN Buka 11 Ribu Lowongan Kerja, Posisi Apa Saja?

    Pendaftaran lowongan kerja ini akan ditutup pada 17 Maret 2019. Pelamar yang mendaftar akan lebih dulu mengikuti dua macam seleksi awal yaitu tes kemampuan dasar dan tes BUMN values. 

    "Setelah itu, barulah peserta yang tersaring akan diberikan kepada masing-masing BUMN untuk disaring kembali,” kata Director of Human Capital Management at PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Herdy Risadi Harman yang ikut mengurusi rekrutmen ini kepada Tempo di Jakarta, Ahad, 10 Maret 2019.

    Menurut Herdy, jika sistem lowongan kerja serentak seperti ini terbukti efektif, kemungkinan akan dilanjutkan dengan model yang sama untuk tahun-tahun berikutnya. Namun, Herdy belum dapat merinci kebutuhan masing-masing perusahaan.

    Rekrutmen massal melalui Program Perekrutan Bersama BUMN ini diadakan dalam angka merayakan HUT ke-21 BUMN. Menurut Herdy program ini diluncurkan didasari pada program prioritas Nawacita Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yakni meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar internasional.

    "Arahan Presiden Jokowi bahwa infrastruktur yang sudah dibangun besar-besaran sudah cukup bagi Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara lain. Jadi tahun 2019 ini pemerintah lebih fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM),"  kata Herdy dalam siaran persnya di hari yang sama.

    Menurut Herdy, ada dua alasan mengapa rekrutmen lowongan kerja ini dilakukan serentak. Pertama agar brand atau merek dari BUMN tersebut bisa muncul di publik. Kedua agar tercipta efisiensi anggaran. "Karena selama ini kan rekrutmen masing-masing,” kata dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.