Pabrik Smelter di Kawasan Industri Nikel Morosi Resmi Beroperasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan Smelter di Gresik Ditargetkan Rampung pada 2017

    Pembangunan Smelter di Gresik Ditargetkan Rampung pada 2017

    TEMPO.CO, Kendari - Pabrik pengolahan dan pemurnian nikel (smelter) nikel milik PT milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang berada di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe resmi beroperasi. Pabrik pemurnian nikel ini merupakan satu dari 14 kawasan industri yang dibangun di luar pulau Jawa. 

    Simak: Bangun Smelter di Gresik, Freeport Indonesia Siapkan Rp 36,4 T

    “Kami menyambut baik proyek ini, karena direncanakan akan dilanjutkan menjadi industri yang terintegrasi dan akan menghasilkan stainless steel dengan rencana investasi mencapai 2 milyar US$,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik VDNI di Morosi, Senin 25 Februari 2019. 

    Smelter yang dibangun di atas lahan seluas 700 hektar dengan nilai investasi 1,4 milyar US$ untuk 15 line itu digadang-gadang merupakan pabrik  smelter terbesar di Indonesia. Pabrik pemurnian nikel ini VDNI ditaksir bisa memproduksi nickel pig iron (NPI) 600 -800 NPI pertahun.

    Airlangga mengatakan dengan beroperasinya smelter VDNI merupakan bagian dari  program-program pemerintah dalam peningkatan nilai tambah sumber daya alam, hilirisasi industri, penyerapan tenaga kerja dan penyebaran industri di luar Pulau Jawa.

    Realisasi investasi PT VDNI saat ini meliputi pabrik pengecoran dan peleburan Nickel Pig Iron (NPI) yang memiliki kadar nikel antara 10 persen hingga 12 persen. 

    “Fasilitas pengembangan, pengolahan dan pemurnian PT VDNI ini akan menjadi industri smelter terbesar di Indonesia di masa mendatang. Fasilitas ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif terhadap pembangunan dan kemajuan Sulawesi Tenggara pada khususnya dan tentunya bagi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Direktur Utama PT VDNI Mingding Zhu.

    Sementara itu pemerintah Provinsi Sultra berharap pabrik pemurnian ore nikel ini dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat terkhusus warga di sekitar lingkar tambang. 

    “Beroperasinya pabrik  dapat  memberikan manfaat bagi kemajuan ekonomi dan mendorong kemajuan  Sultra. Kita tidak hanya jadi penonton tapi bisa menikmati kegiatan pertambangan,” kata Gubernur Sultra Ali Mazi

    PT VDNI berdiri sejak tahun 2014 merupakan anak perusahaan Jiangsu Delong Nickel Industry Co., Ltd. Jiangsu Delong Nickel Industry Co., Ltd merupakan perusahaan terkemuka dalam bidang ferronickel. Dengan nilai investasi mencapai US$ 1 Milyar, fasilitas ini berdiri di dalam kawasan industri PT Virtue Dragon Nickel Industrial Park (VDNIP) seluas 2.253 hektar dengan menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja. 

    Selain smelter, untuk menunjang mobilitas dan mempermudah proses logistik serta pengapalan mineral hasil olahan, dalam kawasan industri VDNIP ini juga terdapat fasilitas dermaga yang memiliki kapasitas hingga 2.500.000 DWT per tahun. Pada bulan September 2017 lalu, untuk pertama kalinya PT VDNI juga telah melakukan kegiatan ekspor perdana mineral hasil olahan (NPI) sebanyak 7.733 metrik ton yang  diekspor ke China


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.