Pertamina EP Targetkan Lifting Minyak 85 Ribu Barel per Hari

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (depan) dan rombongan meninggalkan terminal seusai meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. PT. Pertamina (Persero) melaksanakan lifting perdana minyak mentah jenis Sumatran Light Crude dan Duri Crude milik PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang dihasilkan dari Blok Rokan. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    VP Supply Export Operation PT. Pertamina (Persero), Agus Witjaksono (depan) dan rombongan meninggalkan terminal seusai meninjau proses lifting perdana minyak mentah (crude oil) di Terminal Oil Wharf No.1 Pelabuhan PT. CPI di Dumai, Riau, Selasa 15 Januari 2019. PT. Pertamina (Persero) melaksanakan lifting perdana minyak mentah jenis Sumatran Light Crude dan Duri Crude milik PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang dihasilkan dari Blok Rokan. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), menargetkan tahun ini dapat memproduksi minyak siap jual (lifting) sebesar 85.000 barel per hari (bopd) menyusul telah beroperasinya sejumlah sumur minyak baru dari hasil kegiatan eksplorasi maupun pengembangan.

    BACA: Pertamina Kembangkan BBM Berbasis Sawit

    "Sebenarnya produksi minyak pada Desember 2018 sudah mencapai 85.000 bopd. Makanya target 2019 optimis bisa tercapai dengan catatan harga rata-rata minyak dunia di atas 50 dolar AS per barel," kata Presiden Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

    Ia mengatakan target produksi minyak tahun ini, lebih tinggi dari pencapaian selama 2018 sebesar 79.690 bopd atau 96 persen dari target 83.000 bopd. Sedangkan untuk produksi gas Pertamina EP adalah 1.017 MMSCFD atau 103 persen dari target 986 MMSCFD.

    Menurut Nanang, belum tercapainya target produksi minyak sepanjang 2018 dikarenakan selama Januari-Mei terjadi tren penurunan produksi, hingga sempat mencapai titik terendah 75.800 bopd. "Namun Juni hingga Desember produksi terus naik hingga Desember lalu mencapai 85.000 barel per hari," katanya.

    BACA: Produksi Migas Pertamina Naik 768 Ribu Barel per Hari

    Ia mengatakan tingkat produksi minyak sekitar 85 ribu barel diyakini dapat dipertahankan pada tahun ini, sejalan dengan keberhasilan perseroan mengubah tren penurunan produksi (decline rate) di tahun 2018 menjadi peningkatan (incline rate) sebesar 7 persen.

    Kondisi tersebut terkait telah dimulainya sejumlah pengembangan sumur minyak baru hasil kegiatan eksplorasi seperti Jatiasih, Bambu Besar, Tapen dan Akasia Bagus. Selain itu, mulai pertengahan 2018, Pertamina EP secara resmi menjadi operator lapangan Sukowati di Jawa Timur.

    "Dengan menjadi operatorship Sukowati maka kami bisa leluasa menggenjot produksi sehingga memberikan dampak peningkatan produksi Sukowati hingga 10.000 barel per hari," katanya.

    Kegiatan pengembangan secara agresif juga dilakukan di Kalimantan, seperti Bunyu dan Tarakan. "Sekitar 50 persen pengeboran sumur ada di Kalimantan yang dikelola oleh Pertamina EP Asset 5," kata Nanang.

    Pertamina EP menargetkan pada tahun 2019 dapat melakukan kegiatan pengeboran sebanyak 102 sumur, terdiri dari 94 sumur pengembangan dan 8 sumur eksplorasi.

    Nanang juga berharap bahwa PT Pertamina EP dapat menemukan prospektif pengeboran baru dengan nilai komersial yang tinggi. Kontributor untuk produksi minyak Pertamina EP terutama dari Asset 4 dan Asset 5, serta untuk kontributor produksi gas Pertamina EP berasal dari Asset 2, Asset 4, dan Asset 5.

    Menurut Nanang, pihaknya optimistis target produksi migas tahun ini bisa tercapai meskipun tantangan yang dihadapi tidak ringan seperti fluktuasi harga minyak dan memanasnya suhu politik dalam negeri menjelang pemilihan presiden.

    "Asalkan harga minyak stabil dan kegiatan pemilu berjalan dengan aman maka diharapkan perseroan dapat mencapai target laba bersih tahun ini sebesar 755 juta dolar AS, lebih tinggi dari realisasi 2018 sebesar 753 juta dolar AS," katanya.

    Baca berita tentang Pertamina lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.