Pabrik Baru di Banyuwangi, PT INKA Rogoh Dana Rp 100 Miliar

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Madiun -PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) telah membelanjakan modal sekitar Rp 100 miliar untuk persiapan pembangunan pabrik baru di Banyuwangi, Jawa Timur. Dana sebanyak itu untuk memenuhi sejumlah kebutuhan, di antaranya pengadaan lahan dan mengurus perizinan pembangunan.

    BACA: Pabrik Kereta Terbesar Milik PT INKA Akan Dibangun Selama 3 Tahun

    “Uang yang digunakan termasuk PMN atau penyertaan modal negara yang diterima pada 2016,’’ kata Senior Manager Humas, Sekretariat, dan Protokoler PT INKA, Hartono, Ahad, 16 Desember 2018.

    Total PMN yang diterima tiga tahun lalu, ia melanjutkan, sebanyak Rp 1 triliun. Sebanyak 40 persen atau Rp 400 miliar di antaranya sudah dibelanjakan hingga akhir 2017. Sedangkan, 60 persen atau Rp 600 miliar sisanya disiapkan untuk pembangunan pabrik baru.

    Bangunan pabrik baru itu bakal berdiri di atas lahan seluas 83 hektare di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi yang saat ini merupakan sinergi antara PT INKA dengan PTPN XII. Proyek, Hartono menjelaskan, bakal dimulai setelah tahapan administrasi lelang rampung dijalankan. Hingga Jumat kemarin, proses sanggahan dari rekanan peserta tender sedang berlangsung.

    “Untuk pembangunan tahap pertama tergantung dari perizinan yang saat ini sudah hampir selesai. Awal Januari 2019 mulai persiapan,’’ ujar Hartono kepada Tempo.

    BACA: Perusahaan Amerika Serikat Suntik Modal PT INKA Rp 440 Miliar

    Disinggung tentang belanja modal pada 2019, ia menjelaskan, jumlahnya sebanyak Rp 951 miliar. Uang sebanyak itu termasuk PMN yang masih tersisa dan modal internal PT INKA. Sekitar 85 persen atau Rp 808, 3 miliar di antaranya untuk memenuhi kebutuhan fasilitas produksi, seperti bangunan workshop, mesin dan peralatan.

    Setelah jadi, workshop baru di Banyuwangi akan fokus memproduksi kereta ekspor dan proyek di luar Jawa dengan bahan dasar stainless steel maupun alumunium. Proses itu seperti halnya pembuatan yang berlangsung di pabrik PT INKA Kota Madiun.

    “Salah satu pertimbangan memilih lokasi (pabrik baru) di Banyuwangi karena dekat dekat pelabuhan. Tentunya, memudahkan pengiriman ke luar negeri,’’ kata Hartono.

    Baca berita tentang PT INKA lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.