Rabu, 21 November 2018

Perusahaan Amerika Serikat Suntik Modal PT INKA Rp 440 Miliar

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Budi Noviantoro, Direktur Utama PT. INKA (Persero) memaparkan kesiapan perseroan memasuki pasar ekspor kereta api. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kontrak pembangunan 350 unit kereta pesanan Bangladesh. Selain itu setidaknya INKA juga sedang menyelesaikan proyek pesanan dari negara Filifina. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Madiun - PT Industri Kereta Api atau INKA mendapatkan dana senilai US$ 30 juta atau setara dengan Rp 440 miliar.  Suntikan investasi ini diperoleh melalui kerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat, Progress Rail.

    Baca: Bangun Pabrik di Banyuwangi, PT INKA Butuh Rp 1,6 Triliun

    "Kami sudah tanda tangan loan of agreement dengan Progress Rail ketika pertemuan IMF. Komitmen awal mereka 30 juta dolar AS," ujar Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro kepada Antara di Madiun, Rabu, 7 November 2018.

    Menurut Budi, investasi itu untuk pengerjaan lokomotif yang memang meningkat kebutuhannya. Sebelum perjanjian diteken, kata dia, Progress Rail yang merupakan bagian dari Caterpillar Group telah mengunjungi pabrik INKA di Madiun, Jawa Timur. "Mereka senang melihat anak-anak muda di INKA dan desainnya bagus," kata Budi menirukan respons tamunya dari Progress Rail.

    Budi menambahkan, pabrik lokomotif disiapkan di satu blok areal seluas 83 hektare. Lokasinya di Banyuwangi ditargetkan mulai beroperasi untuk tahap 1 pada 2020. Pabrik lokomotif ini dipersiapkan untuk ekspor. Mengambil tempat di Banyuwangi karena untuk menekan biaya logistik. Jarak antara pabrik dengan pelabuhan hanya berjarak 3,2 kilometer.

    Selain perusahaan Amerika Serikat, kata Budi, INKA juga hendak menggandeng PT Kereta Api Indonesia atau KAI untuk menanamkan modal di pabrik tersebut, yang mampu memproduksi 4 unit kereta per hari. "Sehingga nantinya ada tiga perusahaan, yaitu INKA, KAI dan Progress rail".

    Adapun proses pendirian pabrik di Banyuwangi, Budi menambahkan, tahapannya sekarang sudah lelang yang diikuti sejumlah kontraktor. Di antaranya PT Wika, PP dan PT Adhikarya, serta proses izin mendirikan bangunan atau IMB. "Akhir bulan ini sudah ada pemenang lelangnya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.