Jokowi Dijadwalkan Letakkan Batu Pertama Tol Sigli - Banda Aceh

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi saat peluncuran geoportal kebijakan satu peta dan buku kemajuan infrastruktur nasional tahun 2018 di Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi saat peluncuran geoportal kebijakan satu peta dan buku kemajuan infrastruktur nasional tahun 2018 di Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan meletakkan batu pertama atau "ground breaking" jalan tol Sigli-Banda Aceh.

    Baca juga: Jokowi Janji Anggarkan Rp 5 Triliun untuk Dana Kebudayaan

    "Menyatakan siap menyambut Presiden RI di Aceh pada tanggal 13-14 Desember untuk 'ground breaking' jalan tol dan peresmian beberapa proyek di Aceh," kata Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, pada akun Twitter resminya, Selasa, 12 Desember 2018.

    Pemerintah Aceh sebelumnya telah berulang kali mengagendakan peletakan batu pertama tol Aceh itu dilakukan Presiden Jokowi, sehingga proyek jalan tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 73 kilometer tersebut bisa segera dikerjakan.

    Pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli merupakan salah satu proyek strategis nasional hingga ke Lampung. Selain Banda Aceh-Sigli, pembangunan jalan tol akan dilakukan pada ruas Sigli-Lhokseumawe, Lhokseumawe-Langsa dan Langsa- Binjai.

    Jokowi dijadwalkan lepas landas dari Bandara Internasional Halim Perdana Kusuma menuju Bandara Internasional SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis besok. Selanjutnya pada Jumat, Presiden melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruas tol di Blang Bintang, Aceh Besar.

    Peletakan batu pertama ruas tol di Aceh oleh Jokowi tersebut akan dipadu dengan acara penandatanganan peresmian jalan layang atau "fly over", serta peresmian Mesjid Attaqarub Pidie Jaya dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.