Pemulihan Pascabencana Indonesia, ADB Beri Pinjaman USD 500 Juta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) dan Mensesneg Pratikno (ketiga kanan) menerima kunjungan kehormatan Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao (ketiga kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, 1 Februari 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) dan Mensesneg Pratikno (ketiga kanan) menerima kunjungan kehormatan Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao (ketiga kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, 1 Februari 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui pinjaman bantuan darurat senilai US$ 500 juta untuk pemerintah Indonesia. Pinjaman itu ditujukan untuk membantu pemerintah membangun kembali Lombok dan Sulawesi Tengah pasca bencana alam yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

    Simak: Pemerintah Terima Pinjaman Darurat dari ADB untuk Gempa Palu

    “Paket bantuan komprehensif dari ADB akan menyediakan dukungan pembiayaan yang cepat dan fleksibel bagi pemerintah agar dapat memitigasi dampak buruk akibat bencana alam ini,” kata Sona Shrestha, Direktur ADB untuk Divisi Manajemen Publik, Sektor Finansial dan Perdagangan Asia Tenggara dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 20 November 2018.

    Sona berujar pinjaman itu dapat menyediakan pendanaan sesegera mungkin guna menjalankan aksi pemulihan dan rehabilitasi yang dilakukan pemerintah. Sejumlah aksi yang dimaksud antara lain pembangunan tempat tinggal sementara, perlindungan dan pelayanan sosial, serta pemulihan ekonomi melalui bantuan dana, skema perkreditan, dan program-program peningkatan keahlian.

    “Modalitas pinjaman yang disalurkan dengan cepat akan memastikan bahwa pemulihan pasca-bencana dan pembiayaan rehabilitasi dapat dipenuhi tanpa mengganggu pengeluaran pembangunan ekonomi dan sosial yang lain dalam anggaran negara,” kata Sona.

    Pinjaman itu, menurut Sona, adalah bagian dari rangkaian upaya tanggap bencana ADB. Pada bulan Oktober, ADB menyetujui hibah darurat senilai US$3 juta yang berasal dari Dana Tanggap Bencana Asia Pasifik guna mendukung upaya pemerintah untuk memberi bantuan segera di Sulawesi Tengah. 

    ADB juga membantu pemerintah dengan bantuan teknis untuk kajian kebutuhan pasca-bencana dan perencanaan rekonstruksi, serta menyiapkan pinjaman proyek bantuan darurat senilai $500 juta untuk mendukung rekonstruksi dan relokasi infrastruktur kritis dalam jangka menengah.

    Terakhir, ADB dan pemerintah sedang menyiapkan bantuan teknis untuk membangun kapasitas untuk menguatkan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan keuangan dari rencana rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut.

    Bencana alam melanda Indonesia pada sekitar pertengahan tahun ini. Gempa bumi berskala 7,0 skala richter menggoncang Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada bulan Agustus. Tidak hanya itu, lindu dan tsunami juga melanda Provinsi Sulawesi Tengah, pada bulan September.

    Bencana ini menelan lebih dari 2.600 korban jiwa, melukai sekitar 18.000 orang, dan menyebabkan lebih dari setengah juta orang hidup dalam pengungsian lantaran perumahan dan infrastruktur publik mengalami kerusakan yang parah. Kajian awal mengindikasikan kerugian sebesar $2,2 milyar di provinsi terdampak.

    “Pertumbuhan kedua provinsi diperkirakan akan turun hingga separuh, lapangan pekerjaan akan menyusut, dan kemiskinan akan melonjak,” ujar Robert Boothe, spesialis manajemen publik ADB. “Dukungan ADB akan membantu pemerintah memitigasi berbagai dampak tersebut, khususnya yang berimbas pada kaun perempuan, lanjut usia, dan kelompok rentan.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.