Dokter Terawan Akan Terapi Cuci Otak 1.000 Warga Vietnam di RSPAD

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad, dokter Spesialis radiologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Dok.TEMPO/ Jacky Rachmansyah

    Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad, dokter Spesialis radiologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Dok.TEMPO/ Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengobatan stroke dengan cuci otak menggunakan metode Digital Substraction Angiography (DSA) yang dipopulerkan oleh Mayor Jenderal Terawan Agus Putranto atau Dokter Terawan secara tidak langsung mendapat pengakuan dari negara tetangga. 

    Baca: Berobat ke Dokter Terawan, Moeldoko: Saya Merasakan Keseimbangan

    Pengakuan itu datang dari kesepakatan nota kesepahaman kerja sama pengobatan yang ditandatangani oleh Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto dan PT Clinique Suisse. Nota kesepahaman kerja sama itu menyoal pengobatan dengan cuci otak menggunakan metode Digital Substraction Angiography (DSA) bagi 1.000 warga negara Vietnam yang mengunjungi Indonesia.

    Kerja sama ini adalah realisasi dari program medical tourism yang dicanangkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata. Dalam penandatanganan kerja sama ini, hadir pula Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quan.

    "Ke depannya, DSA diharapkan dapat menjadi ilmu masa depan kebanggaan Indonesia dan menjadi pioneer dalam mengimplementasikan program pemerintah dan menyukseskan medical tourism," kata Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayor Jenderal Terawan Agus Putranto atau Dokter Terawan di Jakarta pada Senin, 12 November 2018.

    Kepala Clinique Suisse, Harianto, yang turut mengakomodasi pengobatan terhadap 1.000 pengunjung Vietnam, yakin kerja sama ini akan menjadi babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia dan Vietnam. Ia juga menyebut metode DSA bisa digunakan untuk menarik pasar luar negeri.

    "Apa yang dilakukan RSPAD dan Dokter Terawan dengan DSA-nya telah banyak dikenal masyarakat Indonesia dan sebagian masyarakat luar negeri. Berkaitan dengan medical tourism, kami melihat ada peluang di mana pengobatan dengan DSA ini merupakan keunggulan RSPAD yang bisa digunakan untuk menembus pasar internasional," ucap Harianto.

    Duta Besar Vietnam Pham Vinh Quan dalam sambutannya juga memberi respons baik terkait kerja sama ini. Ia menyebut nota kesepahaman ini merupakan kemajuan bagi dua negara, terutama dalam bidang turisme dan kesehatan.

    Baca: Kontroversi Dokter Terawan Juga Dialami Warsito: Ini Kisahnya

    Metode DSA atau brain wash atau cuci otak adalah inovasi yang diperkenalkan Dokter Terawan sejak 2004. Metode ini sempat menimbulkan kontroversi karena Dokter Terawan disinyalir melanggar kode etik dalam penggunaan DSA. Pelanggaran tersebut meliputi promosi masif terhadap suatu metode yang belum teruji penggunaannya sebagai pengobatan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.