Lion Air Serahkan 3 Jenazah dan Uang Duka pada Keluarga Korban

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Basarnas mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Pantai Karawang Utara, Jawa Barat, Jumat, 2 November 2018. Rumah Sakit Polri Kramat Jati berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban Lion Air JT-610, dengan nama Monni, Candra Kirana dan Hizkia Jorry Saroinsong. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Anggota Basarnas mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Pantai Karawang Utara, Jawa Barat, Jumat, 2 November 2018. Rumah Sakit Polri Kramat Jati berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban Lion Air JT-610, dengan nama Monni, Candra Kirana dan Hizkia Jorry Saroinsong. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta- Tiga jenazah korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, diserahkan ke keluarga. Ketiga korban tersebut antara lain, Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki).

    BACA: Tragedi Lion Air, Menhub: Tak Ada Istilah 'Anak Emas'

    Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan Lion Air secara resmi menyerahkan jenazah pada Jumat malam, 2 November 2018. "Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Director of Corporate Safety Lion Air Group, Eduard Kallisto MP dan Director of Airport Service Lion Air Group, Wisnu Wijayanto," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 3 November 2018.

    Selain mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban, Danang menuturkan, Lion Air akan mendukung hal-hal yang dibutuhkan oleh keluarga. Salah satunya, memberikan uang tunggu Rp 5 juta, untuk para keluarga yang masih menunggu jenazah korban.

    BACA:Lion Air Jatuh, Jumlah Penumpang di Bandara Husein Masih Normal

    Lion Air juga memberikan uang kedukaan Rp 25 juta, yang santunan meninggal dunia Rp 1,25 miliar. "Untuk penggantian bagasi Lion Air akan memberikan Rp 50 juta," ujar Danang.

    Danang menjelaskan, Lion Air tetap melakukan pendampingan kepada keluarga. Beberapa manajemen Lion Air hari ini juga berada di posko Cawang, posko RS POLRI, Jakarta Timur dan Tanjung Priok, Jakarta Utara guna memberikan dukungan moril kepada keluarga penumpang, kru serta tim evakuasi.

    Para korban Lion Air JT 610, juga akan mendapatkan jaminan dari Jasa Raharja. Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo, mengatakan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2017, Budi mengatakan korban meninggal dunia akan mendapatkan hak santunan sebesar Rp 50 juta.

    Sebelumnya, Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan Lion Air Group telah menyerahkan satu jenazah yang berhasil teridentifikasi, Jannatun Chintya Dewi, kepada keluarganya pada Rabu malam, 31 Oktober 2018. Jenazah Jannatun dipulangkan dengan pesawat komersil Batik Air pada pukul 05.00 WIB, Kamis, 1 November 2018 dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya.

    Danang menjelaskan, saat ini total korban yang sudah teridentifikasi ada empat orang. " Lion Air akan menyampaikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut dan kami senantiasa berharap yang terbaik bagi seluruh penumpang maupun kru pesawat," tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.