5 Tahap Divestasi Saham Freeport yang Harus Dilalui Inalum

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, menyaksikan CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson dan Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin, menandatangani Sales and Purchase Agreement, di Gedung Setjen Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis 27 September 2018. Penandatanganan ini membuat jumlah saham PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dimiliki PT Inalum akan naik dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, menyaksikan CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson dan Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin, menandatangani Sales and Purchase Agreement, di Gedung Setjen Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis 27 September 2018. Penandatanganan ini membuat jumlah saham PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dimiliki PT Inalum akan naik dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Head of Corporate Communication Inalum Rendi Achmad Witular mengatakan ada lima tahap yang harus dilalui Inalum ihwal divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

    Baca juga: Viral Freeport, Inalum Buka-bukaan Soal Divestasi Saham

     
    "Pertama, pemenuhan kondisi-kondisi prasyarat penyelesaian akuisisi saham," kata Rendi saat dihubungi, Ahad, 21 Oktober 2018.
     
    Pemenuhan tersebut, kata Rendi, akan berlangsung sejak September hingga Desember 2018.

    Kedua, kata Rendi, persiapan kebutuhan Pendanaan Inalum dalam rangka pembiayaan divestasi saham PTFI pada Agustus hingga November 2018.

     
    "Ketiga, persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar PTFI," kata Rendi. Tahap ini diproyeksi berlangsung dari November hingga Desember 2018.
     
    Keempat kata Rendi, pelaporan persaingan usaha (anti-trust filing) di negara (i) Republik Rakyat Tiongkok, (ii) Indonesia, (iii) Jepang, (iv) Filipina, dan (v) Korea Selatan. Menurut Rendi, hal itu akan dilakukan pada Oktober - Desember 2018.
     
    Rendi mengatakan tahap kelima, yaitu penyelesaian transaksi divestasi saham PTFI. Proses divestasi 51 persen saham Freeport ditargetkan rampung Desember 2018.
     
    Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mempertanyakan nasib divestasi saham Freeport. Fahri mengatakan dalam rapat komisi VII dengan Dirjen Minerba Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, disebutkan bahwa divestasi belum terealisasi.
     
    Melalui akun @FahriHamzah, ia mengunggah dua poin. Pertama adalah artikel sebuah media online yang menyebutkan bahwa pemerintah telah sah menguasai 51 persen saham Freeport melalui divestasi. Pada poin kedua, Fahri mengunggah hasil rapat Komisi VII DPR dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Rabu pekan lalu.

    Rapat dihadiri oleh Dirjen Minerba, Dirut Inalum dan Dirut Freeport Indonesia. Peserta rapat sekitar 50 orang termasuk anggota Komisi VII DPR. Agenda rapat antara lain membahas kemajuan pengambilalihan saham Freeport Indonesia.

    Menurut surat hasil rapat yang diunggah Fahri, ada tiga poin kesimpulan hasil rapat. Salah satunya tercantum tentang perkembangan divestasi Freeport.

    Pada poin kedua tertulis, "Komisi VII DPR RI mendapatkan penjelasan bahwa divestasi saham PT Freeport Indonesia masih belum terealisasi, untuk itu Komisi VII DPR RI meminta kepada pejabat tinggi terkait agar memberikan pernyataan yang benar kepada rakyat mengenai proses divestasi saham PT Freeport Indonesia."

    Poin kedua ini yang dipermasalahkan oleh Fahri. "Siapa yang benar? siapa yang hoax?" ujar Fahri dalam cuitannya di Twitter pada Jumat, 19 Oktober 2018.

    Pada poin pertama, DPR meminta pemerintah dan PT Inalum menyelesaikan kewajiban lingkungan US$ 13,5 miliar dan penggunaan kawasan hutan lindung sebesar 4.535 hektare, sebelum transaksi divestasi saham PT Freeport Indonesia.

    Saat dikonfirmasi, Rendi Achmad Witular menjelaskan seputar proses divestasi Freeport. Dia mengatakan dalam sales and purchase agreement (SPA), sudah jelas pernyataan Inalum bahwa proses divestasi berlangsung hingga akhir 2018.

    Inalum tidak pernah mengklaim bahwa proses itu sudah selesai. Inalum juga sudah menyampaikan timeline proses tersebut kepada komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu, 17 Oktober 2018.

    Rendi menjelaskan Inalum baru akan menguasai 51 persen saham Freeport setelah ada pembayaran US$ 3,85 miliar. "Pembayaran baru akan kami lakukan November. Kami sedang mencari pembiayaan yang murah," kata Rendi. "Jadi kalau ada yang bilang divestasi belum, ya, kami sudah bilang dari awal bahwa prosesnya sampai akhir tahun".

    Rendi mengatakan proses pembayaran tersebut belum bisa dilakukan karena masih menunggu proses dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Seperti diketahui PT Freeport Indonesia masih terus menyelesaikan sejumlah persoalan lingkungan yang mengganjal proses pembayaran divestasi saham dari Inalum. Saat ini, Freeport harus menyelesaikan sejumlah rekomendasi perbaikan operasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sanksi administratif terkait pembuangan limbah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

    CHITRA PARAMAESTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.