Sandiaga: Kenaikan Harga Makanan Bebani 160 Juta Penduduk RI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, berdiskusi sambil ngopi bareng dengan kalangan milenial dan emak-emak di Cafe Kabeuki, Sirnagalih, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin, 15 Oktober 2018. Dalam kampanyenya, Sandiaga Uno berjanji akan mengembangkan ekonomi kreatif di Tasikmalaya untuk mengurangi pengangguran, serta meminta peran emak-emak dan kaum milenial supaya menjadi lokomotif pertumbuhan di Indonesia. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, berdiskusi sambil ngopi bareng dengan kalangan milenial dan emak-emak di Cafe Kabeuki, Sirnagalih, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin, 15 Oktober 2018. Dalam kampanyenya, Sandiaga Uno berjanji akan mengembangkan ekonomi kreatif di Tasikmalaya untuk mengurangi pengangguran, serta meminta peran emak-emak dan kaum milenial supaya menjadi lokomotif pertumbuhan di Indonesia. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan data temuan dari timnya terkait kenaikan harga sembilan kebutuhan bahan pokok atau sembako di pasaran. "Data kami betul bahwa 65 persen masyarakat menyatakan kenaikan harga bahan pokok membebani perekonomian," kata Sandi saat mengunjungi warga Kompleks Pondok Jurang Mangu Indah (PJMI), Tangerang Selatan, Sabtu, 20 Oktober 2018.

    Saat ini, jumlah masyarakat Indonesia mencapai lebih kurang 260 juta penduduk. Maka jika diambil 65 persen sesuai dengan pernyataan Sandi, ada setidaknya 160 juta lebih masyarakat Indonesia yang merasakan beban kenaikan harga sembako.

    Hanya saja, Sandi tidak merinci data itu ditemukan timnya dan berapa besar kenaikan di tiap item bahan pokok. Sandi hanya menyampaikan bahwa salah satu keluhan soal kenaikan harga ditemukannya di Pasar Jombang, Tangerang Selatan, atau sekitar 6 kilometer dari Kompleks PJMI. "Kami akan mengawal perbaikan ekonomi," kata dia.

    Sehari sebelumnya, saat berkunjung ke Sumatera Barat, Sandiaga menyebutkan kenaikan harga bahan makanan membuat ibu-ibu rumah tangga mengeluh. "Jadi apa keluhannya ibu-ibu? Harga-harga pada naik ya,?” tanya Sandiaga pada ibu-ibu di pasar, Jumat, 19 Oktober 2018.

    Sandiaga menuturkan kepada ibu-ibu tersebut saatnya ada perubahan di Indonesia. Perubahan untuk ekonomi yang lebih baik dan penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya.

    “Kondisi ekonomi Indonesia memang sedang memprihatinkan. Harga-harga makin naik, pekerjaan makin sulit didapat. Ekonomi Indonesia kayak cabe merah ini, lagi pedes dan naik terus,” tutur Sandiaga.

    Selain bertemu dengan ibu-ibu, Sandiaga juga menemui milenial di Padang. Dia memberikan tips agar para milenial ini menjadi pengusaha tangguh. Yaitu dengan selalu mengingat untuk terus melakukan inovasi, selalu proaktif dan berani mengambil resiko.

    Menurut Sandiaga, dengan menjadi pengusaha, merupakan salah satu cara keluar dari Kondisi ekonomi Indonesia yang memprihatinkan. "Mumpung kalian masih muda, coba terus melakukan melakukan inovasi untuk mencari solusi," kata dia.

    Padang, kata Sandiaga, terkenal dengan orang-orang yang berjiwa wirausaha. Diapun kagum banyak anak muda di Padang yang berkeinginan besar menjadi pengusaha.

    FAJAR PEBRIANTO | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?