IMF - World Bank, Luhut: Permintaan Mobil Lebih dari 4000 Unit

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai Afternoon Tea dengan media di kantornya, Rabu, 1 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai Afternoon Tea dengan media di kantornya, Rabu, 1 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Kuta -Persiapan menyambut pertemuan Dana Moneter Internasional atau IMF dan Bank Dunia atau IMF - World Bank di Bali memerlukan jumlah mobil melebihi jumlah yang telah ditentukan.

    BACA: Menjelang IMF - World Bank, Sri Mulyani Sebut Banyuwangi Unik

    "Permintaan kendaraan saja sudah lebih 4000 kendaraan. Kami sekarang pusing urusnya, tidak mau kendaraan bisa dipenuhi malah orang lain enggak bisa jalan," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat jumpa media menjelang peresmian patung Garuda Wisnu Kencana Bali, Sabtu, 22 September 2018.

    Ihwal tersebut Luhut mempertimbangkan agar tidak menyebabkan kemacetan. Luhut menjelaskan bahwa saat ini proses untuk memastikan kendaraan untuk delegasi IMF dan Bank Dunia sedang dilakukan. "Sekarang sedang kami hitung membuat studi juga oleh ahlinya berapa kendaraan yang bisa dipenuhi," ujarnya. Adapun pertemuan rapat internasional IMF dan Bank Dunia akan berlangsung pada 8-14 Oktober.

    BACA: Gelar Rapat IMF - World Bank, Bali Pakai Pendekatan Spiritual

    Sebelum menuju Garuda Wisnu Kencana, Luhut sempat menghadiri peresmian jalan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai. Saat menyampaikan sambutannya Luhut sempat menyampaikan hal yang sama tentang penyediaan kendaraan.

    Luhut menjelaskan hasil pendataan sementara jumlah delegasi untuk pertemuan IMF dan Bank Dunia mencapai 19 ribu orang. Ia menuturkan saat ini pun tim dari IMF dan Bank Dunia ada yang sudah tiba di Bali. "Tapi yang jelas seluruh hotel sudah penuh," tuturnya.

    Luhut mengatakan bahwa Bali merupakan destinasi wisata yang menyedot banyak turis. Menurut Luhut, ke depan Bali memerlukan pengembangan pembangunan untuk akses jalan. "Jalan yang menghubungkan dari selatan ke utara jadi semua secara terpadu," katanya.

    Selain itu, ujar dia, juga studi mengenai rencana pembangunan bandara di kawasan Kabupaten Buleleng. "Jadi kalau orang tanya begini begitu kami berangkat dari hasil studi yang kredibel, tidak asal pengen ini, bikin," ujarnya. "Kalau ada keluhan di sana sini hendaknya disampaikan pada waktu masa studi tadi.

    Baca berita tentang IMF - World Bank lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?