Ridwan Kamil Pesan Mesin Pengeduk Sampah dari Pindad

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) menyerahkan piagam ucapan terima kasih kepada penjabat Gubernur, M. Iriawan, saat acara sertijab Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 6 September 2018. Acara ini dihadiri ribuan undangan yang memadati sejumlah tenda di halaman depan kompleks Gedung Sate, Bandung. ANTARA/M Agung Rajasa

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) menyerahkan piagam ucapan terima kasih kepada penjabat Gubernur, M. Iriawan, saat acara sertijab Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 6 September 2018. Acara ini dihadiri ribuan undangan yang memadati sejumlah tenda di halaman depan kompleks Gedung Sate, Bandung. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, sebagai gubernur dirinya otomatis menjadi Komandan Satuan Tugas penanganan Sungai Citarum mengikuti Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum. “Sekarang sedang persiapan, memetakan. Salah satunya kami secepatnya membeli mesin pengeduk sampah di sungai. Sedang dibikin oleh Pindad,” kata dia di Bandung, Selasa, 18 September 2018.

    Ridwan Kamil mengatakan, mesin pengeduk sampah buatan Pindad itu sengaja dipesan untuk mengelola sampah yang mengotori sungai tersebut. “Minimal urusan persampahan bisa diselesaikan, menggali sampahnya dengan teknologi,”kata dia.

    Dia mengaku, pembicaraan soal itu dengan Pindad tengah dijajaki. “Lagi ngobrol sama Pindad. Mudah-mudahan selesai dalam 2 bulan,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil mengatakan, program percepatan penangan Sungai Citarum akan dibagi dalam tiga tahapan. Jangka pendek, menengah, dan panjang. “Jangka pendek pembersihan sampah, jangka menengah pembersihan limbah, dan jangka panjang pemindahan industri ke lokasi baru. Jadi ada tiga tahap,” kata dia.

    Dia mengklaim, saat ini penanganan perbaikan Sungai Citarum masih terus berjalan. “Sekarang sedang penegakan hukum pada mereka yang buang limbah sembarangan. Kita tertibkan kerjasama dengan TNI dan Polri,” kata Ridwan Kamil.

    Sekretaris Perusahaan PT Pindad, Tuning Rudyati mengatakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menyampaikan permintaan lisan pada Pindad untuk membuat alat pengeruk sampah akhir pekan lalu, di sela acara makan malam bersama Menteri Perdagangan dan jajaran direksi Pindad pada 15 September 2018 lalu. “Kami akan tindak lanjuti dengan komunikasi dan diskusi intens,” kata dia saat dihubungi Tempo, Selasa, 18 September 2018.

    Pindad memiliki produk ekskavator yang bisa dimodifikasi menyesuaikan peralatan yang dibutuhkan pemesan. “Kami punya ekskavator. Tapi teknis dan engineering hampir sama. Cara kerjanya hampir sama, tinggal disesuaikan skala, dimensi, dan kapasitasnya. Maka perlu duduk sama-sama untuk memberitahukan apa yang dibutuhkan,” kata Tuning.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.