Gibran dan Kaesang Kembangkan Aplikasi Madhang, Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Yudhoyono mencicipi Markobar milik Gibran di gerai yang berada di Transmart Pabelan, Sukoharjo. Mereka menegaskan tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan itu. FOTO: AHMAD RAFIQ

    Agus Yudhoyono mencicipi Markobar milik Gibran di gerai yang berada di Transmart Pabelan, Sukoharjo. Mereka menegaskan tidak ada pembicaraan politik dalam pertemuan itu. FOTO: AHMAD RAFIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi yaitu Gibran Rakabuming Raka dan adiknya, Kaesang Pangarep, mengembangkan aplikasi jual beli makanan bernama Madhang. Aplikasi ini bertujuan memberdayakan ibu rumah tangga yang ingin berbisnis kuliner.

    Baca: Ini Spesifikasi Motor Royal Enfield Custom Milik Gibran

    "Nggak perlu buka warung, kafe, bisa bekerja dari rumah. Dari dapur sendiri," kata Gibran, selaku penasihat Madhang, saat ditemui di acara Grab Ventures di Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018.

    Aplikasi kuliner ini layaknya marketplace, pelaku usaha memasang makanan yang mereka jual di aplikasi Madhang. Selanjutnya makanan akan dikirim melalui layanan pengantaran instan seperti GrabFood.

    Makanan yang dijual lewat aplikasi ini umumnya masakan rumahan. Sejak diperkenalkan awal tahun ini, Madhang sudah memberdayakan sekitar 5.000 ibu rumah tangga untuk menjalankan bisnis kuliner mereka dari rumah melalui aplikasi.

    Madhang saat ini berfokus memberdayakan pelaku usaha kuliner rumahan di Semarang, Jawa Tengah. Namun Gibran menyatakan mereka akan merambah kota lainnya dalam waktu dekat.

    Baca: Spesifikasi Motor Cafe Racer Milik Gibran

    Untuk mengembangkan Madhang, Gibran menyatakan mereka menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan, antara lain Grab untuk layanan pengantaran dan pembayaran melalui PayTren.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.