PLN Akui Terduga Teroris Sebagai Staf, bukan Petinggi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung PLN. Dok. TEMPO/M Safir Makki

    Gedung PLN. Dok. TEMPO/M Safir Makki

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau melalui rilisnya secara resmi mengakui bahwa terduga teroris berinisial D (bernama asli Daulay) merupakan pegawai mereka.

    Baca juga: Pembatalan DMO Batu Bara Dinilai Bakal Bebani Kas PLN

    "Terkait adanya pemberitaan tentang penangkapan teroris saudara D, benar merupakan salah seorang karyawan PLN," kata Manager SDM dan Umum PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Habibollah melalui surat elektroniknya di Pekanbaru, Minggu, 29 Juli 2018.

    Habibollah menjelaskan bahwa benar adanya pegawai PLN yang ditangkap oleh Polisi pada Jumat, 27 Juli 2018, karena diduga terlibat aksi terorisme.

    Baca juga: PLN Siap Menyuplai Listrik Smelter Nikel PT Cerindo di Kolaka

    Namun, sebutnya, oknum tersebut hanya bekerja sebagai staf di PLN, bukan pejabat atau petinggi PLN seperti yang sebelumnya ramai diberitakan. "D merupakan seorang pegawai di salah satu Rayon Kota Pekanbaru dengan posisi selaku staf (bukan petinggi)," kata Habibollah menegaskan.

    Sebelumnya, diberitakan Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap lima terduga teroris dari penggerebekan yang dilakukan di sejumlah tempat di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat, 27 Juli 2018. Salah satu dari lima terduga teroris yang ditangkap, yakni Daulay (D), bekerja sebagai pegawai PLN.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.