BI: E-Commerce Bantu Pulihkan Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara. TEMPO/Seto Wardhana

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menyebut pertumbuhan bisnis perdagangan melalui internet (e-commerce) pada Lebaran 2018 mencapai 190 persen secara tahunan (year on year/yoy). E-commerce akan membantu pemulihan pertumbuhan konsumsi rumah tangga tahun ini.

    "Hal itu menunjukkan data-data ekonomi yang tidak terekam. itu menunjukkan memang ada shifting (pergeseran) di penjualan ritel," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara dalam pertemuan dengan pimpinan media massa di Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.

    Baca juga: Rupiah Terus Melemah, Gubernur BI: Investasi Asing Belum Besar

    Selain meroketnya pertumbuhan e-commerce, Mirza mengatakan, membaiknya konsumsi rumah tangga terlihat dari meningkatnya keyakinan konsumen terutama kelompok menengah atas. Selain itu, data penjualan ritel menunjukkan membaiknya konsumsi rumah tangga.

    Penjualan eceran menurut survei BI pada Mei 2018 diperkirakan akan hingga 4,4 persen (yoy), lebih tinggi dibanding April 2018 yang 4,1 persen (yoy) karena permintaan konsumen saat Lebaran 2018. Penjualan itu ditopang dari penjualan perlengkapan rumah tangga dan peralatan komunikasi dan informasi.

    Sementara, menurut survei konsumen BI, optimisme konsumen terhadap ekonomi pada Oktober 2018 akan meningkat didorong oleh membaiknya ekspektasi terhadap usaha, ketersediaan lapangan kerja, dan penghasilan. "Dari sisi keyakinan konsumen juga ada perbaikan di tahun ini," ujar dia.

    Mirza mengatakan BI masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada di 5,1-5,2 persen.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.