Gunung Agung Erupsi, Bandara I Gusti Ngurah Rai Beroperasi Normal

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat, 29 Juni 2018. Berdasarkan hasil rapat evaluasi, Bandara Ngurah Rai mulai dibuka pada Jumat, 29 Juni 2018, pukul 14.30 Wita. ANTARA/Wira Suryantala

    Sejumlah penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat, 29 Juni 2018. Berdasarkan hasil rapat evaluasi, Bandara Ngurah Rai mulai dibuka pada Jumat, 29 Juni 2018, pukul 14.30 Wita. ANTARA/Wira Suryantala

    TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Agung di daerah Bali kembali meletus pada Senin malam, 2 Juli 2018 pukul 21.04 WITA. Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (AP l) Israwadi mengatakan sampai saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih beroperasi dengan normal.

    Ia menjelaskan debu vulkanik dari erupsi Gunung Agung belum berpengaruh kepada operasional bandara dan penerbangan. “Bandara saat ini masih beroperasi normal, belum ada dampak,” kata Israwadi saat dihubungi Tempo melalui pesan singkat, Senin, 2 Juli 2018.

    Baca: Gunung Agung Kembali Meletus Disertai Ledakan Keras

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho juga menjelaskan erupsi tersebut belum berdampak terhadap Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ataupun bandara lain di sekitarnya seperti Bandara di Banyuwangi, Jember dan Lombok.

    Sutopo mengatakan erupsi Gunung Agung malam ini mengeluarkan lava pijar dengan jarak sampai 2 kilometer. Lontaran batu pijar tersebut terjadi karena adanya tekanan dari dalam kawah. Hutan di sekitar puncak kawah Gunung Agung terbakar sehingga api menyala cukup besar di beberapa bagian.

    Lontaran lava pijar dari puncak Gunung Agung mengarah ke lereng bagian timur hingga timur laut ke daerah Culik dan Dukuh di Kabupaten Karangasem. “Selain itu juga mengarah ke bagian barat dan selatan. Akibatnya hutan di puncak kawah terbakar cukup luas,” tutur dia. Namun, Sutopo menjelaskan abu vulaknik tersebut lebih dominan bergerak ke arah Barat.

    Baca: PVMBG: Energi Thermal Erupsi Gunung Agung Kali Ini Paling Besar

    Menurut Sutopo, status Gunung Agung saat ini tetap berada di level 3 atau siaga dengan radius bahaya mecapai 4 kilometer dari kawah. “Masyarakat sekitar Gunung Agung langsung melakukan evakuasi mandiri,” ucap dia.

    Sutopo mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu yang belum diketahui kebenarnnya. “Gunakan semua informasi terkait kegunungapian dari PVMBG sebagai lembaga yang resmi,” kata Sutopo.

    Ia mengatakan masyarakat yang melakukan evakuasi diimbau tidak keluar dari wilayah Kabupaten Karangasem dan cukup berada di daerah KRB II agar memudahkan penanganan pengungsi. BNPB dan BPBD terus berkoordinasi dengan PVMBG, BMKG dan pihak-pihak lainnya terkait erupsi Gunung Agung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).