Mudik Lebaran, PUPR: Ada Beberapa Titik Kritis di Tol Trans Jawa

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang saat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Jawa Tengah, 11 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang saat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Jawa Tengah, 11 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan masih ada beberapa titik kritis di Tol Trans Jawa menjelang arus mudik Lebaran tahun ini. "Di Pemalang-Batang masih ada tanah lunak, yang kita tangani itu sekitar 7 kilometer," kata Kepala Biro Humas Kementerian PUPR Endra Saleh Atmawidjaja kepada Tempo, Ahad, 22 April 2018.

    Endra Saleh mengatakan, titik kritis lain ada di ruas Batang-Semarang. Pada ruas itu terdapat jembatan yang melintasi Kali Konto belum rampung. Selanjutnya, di ruas Salatiga-Solo, terdapat proyek pengerjaan jembatan yang melintasi Kali Kenteng.

    Baca: Mudik Lebaran 2018, Jembatan Kali Kunto Dipastikan Bisa Dipakai

    Menurut Endra, pengerjaan jembatan di Kali Kenteng itu merupakan yang paling rumit. "Strukturnya cukup berat karena harus memotong lembah," katanya.

    Endra menuturkan, jika pengerjaan jembatan di kali Kenteng itu tidak tersambung sebelum masa Mudik Lebaran 2018, kementerian telah menyiapkan rencana cadangan. Kementerian PUPR menyediakan jalan di samping jembatan sepanjang 500 meter dan lebar 7 meter. "Cukup representatif, lah," katanya.

    Secara keseluruhan, Endra mengatakan ruas di Tol Trans Jawa yang telah siap digunakan untuk mudik nanti adalah Merak-Surabaya. Kini, menurut dia, pemudik memiliki alternatif pilihan jalur mudik Lebaran selain melalui Pantura dan Pantai Selatan Jawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.