Kamis, 24 Mei 2018

Libur Imlek 2018, Puncak Kepadatan di Tol Cikampek Malam Ini

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik memenuhi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, 22 Juni 2017.  Pada H-3 lebaran, volume kendaraan pemudik mulai mengalami peningkatan di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek dan diprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran. ANTARA/Risky Andrianto

    Kendaraan pemudik memenuhi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, 22 Juni 2017. Pada H-3 lebaran, volume kendaraan pemudik mulai mengalami peningkatan di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek dan diprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jasa Marga memprediksi volume kendaraan yang melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek saat puncak libur panjang Imlek 2018 akan mencapai 78 ribu unit.

    "Kami memprediksi puncak arus mudik libur panjang Imlek di gerbang tol Cikarang Utama arah Cikampek terjadi pada hari ini dengan volume sebanyak 78.000 kendaraan atau naik 4,29 persen dari kondisi normal 74.785 kendaraan," kata Kepala Humas Jasa Marga Dwimawan Heru di Bekasi, Kamis, 15 Februari 2018.

    Baca juga: Liburan Imlek 2018, Jumlah Penumpang Kereta Api Naik 13 Persen

    Pada puncak arus balik Imlek yang diperkirakan jatuh pada Minggu, 18 Februari 2018 jalan tol Cikampek ke arah Jakarta akan dipadati 92 ribu kendaraan atau naik 7,98 persen dari kondisi normal 85.200 kendaraan.

    Sejumlah titik kepadatan pada arus mudik diprediksi akan terjadi di kawasan Cikunir yakni pertemuan arus lalu lintas dari Tol Dalam Kota, Pondok Indah dan Tanjung Priok.

    Titik kepadatan lainnya diprediksi juga terjadi di Rest Area Km19 A, Km33 A, Km39 A, Km57 A, Km21 A, Km37 A dan GT Cikarang Utama.

    "Sedangkan pada arus balik diprediksi akan terjadi kepadatan di SS Dawuan (pertemuan arus lalu lintas dari Cipali dan Purbaleunyi), rest area 62B, TI 52B, Km47 B (lokasi awal proyek), rest area 42B," katanya.

    Dikatakan Heru, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya antisipasi kemacetan seperti pengoperasian maksimal 20 gardu masuk dan 29 gardu keluar dengan memanfaatkan gardu reversible dan portable serta penggunaan delapan unit mobile reader saat terjadi antrean pajang di GT Cikarang Utama.

    "Kita juga akan mengalihkan beban lalu lintas di segmen jalan tol pada kondisi jam sibuk dengan cara pengalihan rute perjalanan di tol keluar GT Cikarang Barat 3 dan pengalihan arus ke jalan arteri alternatif berdasarkan diskresi kepolisian dan pengalihan lalu lintas ke Kalimalang 2 di Cikunir," katanya.

    Upaya lainnya berupa mengoptimalkan kapasitas lajur dengan cara memberlakuan contraflow berdasarkan diskresi kepolisian di KM21+000A sampai KM33+000A KM48+200A sampai KM62+000A pada berlangsungnya arus mudik.

    Contraflow pada arus balik akan diterapkan di Km69+200B hingga KM50+000B.

    "Guna meminimalisasi gangguan lalu lintas kita berlakukan percepatan waktu respons penanganan gangguan lalu lintas dengan penempatan petugas di lokasi rawan kepadatan. Termasuk pengoperasian parking bay di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM18 A, KM41 A, KM59 A, KM58 B dan KM34 B," katanya.

    Heru menambahkan, dalam menghadapi arus mudik Hari Raya Imlek, Jasa Marga telah memastikan kesiapan operasional untuk merealisasikan strategi-strategi yang berguna untuk mengurai kepadatan kendaraan.

    "Kita sudah mempersiapkan petugas call center dengan nomor 14080, pemantauan kondisi lalu lintas melalui CCTV, penyampaian informasi lalu lintas melalui VMS, aplikasi mobile JMCARe, Twitter, serta web info lain," katanya.

    Hari Raya Imlek 2018 jatuh pada Jumat, 16 Februari 2018, sehingga terjadi libur panjang (long week end).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Ganjil Genap Diperluas, Uji Coba Dilakukan Juli 2018

    Perluasan aturan ganjil genap di Jakarta akan dimulai Juli 2018. Ini berlaku selama pelaksanaan Asian Games dan mungkin akan dipertahankan.