Bangun Pabrik Baru di Banyuwangi, PT INKA Ingin Buat Kereta Cepat

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak pegawai PT Inka mengerjakan pembuatan kereta penumpang pesanan pemerintah Malaysia, Selasa (24/7), di pabrik PT Inka, Kota Madiun, Jawa Timur. TEMPO/Ishomuddin

    Tampak pegawai PT Inka mengerjakan pembuatan kereta penumpang pesanan pemerintah Malaysia, Selasa (24/7), di pabrik PT Inka, Kota Madiun, Jawa Timur. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Industri Kereta Api (INKA) menyatakan keinginannya untuk memproduksi jenis kereta semi-cepat dan kereta cepat dengan pembangunan pabrik baru tahun ini di Banyuwangi, Jawa Timur.

    "Kami memang arahnya ke sana kalau melihat perkembangan pasar saat ini, contohnya seperti yang sekarang kereta semi-cepat Jakarta-Surabaya, kalau tidak mengembangkannya kami tidak diajak tender," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PT INKA, M. Nur Sodiq, saat ditemui di Jakarta, Senin, 8 Januari 2018.

    Sodiq menjelaskan, dari segi kapasitas 72 persen sudah dikerjakan dengan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri.

    Baca juga: Sukses di Asia, PT INKA Jual Kereta Api ke Afrika

    "Kalau untuk pembuatan kereta penumpang atau barang, kami sudah khatam istilahnya, tapi untuk kereta berpenggerak, secara kapabiltas, kami sudah mampu, contohnya kereta bandara yang mampu bersaing dengan negara-negara lain, penguasaan hampir 72 persen," katanya.

    Secara teknologi badan kereta, lanjut dia, pihaknya juga akan mengembangkan dari baja biasa, baja karbon, stainless steel, kemudian ke alumunium yang lebih ringan.

    "Teknologi ke arah sana, kami harus menguasai itu, sekarang sudah zamannya medium speed train dan high speed train, ilmunya harus ditambah lagi," katanya.

    Executive Vice President INKA, Bambang Kushendarto, mengatakan dalam peningkatan spesifikasi kereta berpenggerak pihaknya juga akan menggandeng tenaga ahli dari negara-negara yang memang sudah lebih dahulu mengembangkan teknologi kereta cepat, seperti Jepang dan Jerman. "Ada beberapa pilihan, bisa Jepang, Jerman karena kami juga sudah bermitra dengan mereka," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.