Hutama Karya Rampungkan Pembiayaan Lima Ruas Tol Trans Sumatera

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja PT Hutama Karya melakukan pemasangan tiang lampu penerangan di ruas jalan Tol Trans Sumatra yang berada di Lematang, Lampung Selatan, Lampung, 12 Juni 2017. Berdasarkan data Hutama Karya, progres ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 2 jalur fungsional telah mencapai 97,52 persen. ANTARA/Ardiansyah

    Pekerja PT Hutama Karya melakukan pemasangan tiang lampu penerangan di ruas jalan Tol Trans Sumatra yang berada di Lematang, Lampung Selatan, Lampung, 12 Juni 2017. Berdasarkan data Hutama Karya, progres ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 2 jalur fungsional telah mencapai 97,52 persen. ANTARA/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Hutama Karya (Persero) telah memenuhi pembiayaan pembangunan lima ruas tol Trans Sumatera dari delapan ruas yang ditugaskan pemerintah. Perseroan masih mencari dana untuk pembangunan ketiga ruas lainnya.

    Salah satu ruas yang baru saja dipenuhi pembiayaannya adalah ruas Bahauheni-Terbanggi Besar. Proyek itu membutuhkan dana sebesar Rp 16,7 triliun. Sebagiannya dipenuhi dengan ekuitas sementara sisanya melalui pinjaman.

    Hutama Karya meneken perjanjian kredit investasi dengan sindikasi tujuh bank untuk membiayai ruas tol sepanjang 140 kilometer tersebut. "Nilainya sebesar Rp 8,06 triliun," kata Direktur Utama Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra di Four Season Hotel, Jakarta, Rabu, 27 Desember 2017. Bank yang memberikan pinjaman antara lain BNI, Bank Mandiri, BCA, Bank CIMB Niaga, Bank Maybank Indonesia, Bank ICBC Indonesia, dan Bank Permata.

    Kredit ini didukung oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) melalui fasilitas cash deficiency support (CDS). PT SMI akan menyediakan dana untuk menjamin pembayaran utang kepada sindikasi perbankan. Dana yang dikucurkan sebesar Rp 7,5 triliun.

    Sementara sisa pembiayaan dipenuhi dari suntikan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 2,2 triliun. Hutama Karya juga menyiapkan dana dengan menjual surat utang perusahaan senilai Rp 6,5 triliun.

    Proyek lain yang sudah selesai dibiayai adalah ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang sepanjang 180 kilometer dengan biaya sebesar Rp 11,6 triliun. Selain itu, ada ruas Palembang-Indralaya sepanjang 22 kilometer dengan nilai investasi Rp 3,3 triliun. "Proyek ini mudah-mudahan sudah bisa dikerjakan triwulan I 2018," kata dia. Saat ini perseroan tengah mengurus masalah pembebasan lahan.

    Ruas tol Medan-Binjai sepanjang 17 kilometer juga sudah terpenuhi pembiayannya yang sebesar Rp 1,6 triliun. Proyek ini ditargetkan bisa beroperasi sebelum Idul Fitri 2018. Sama seperti ruas Palembang-Indralaya, ruas ini juga sedang terhambat masalah tanah di kota.

    Ruas lain dengan pembiayaan yang sudah terpenuhi adalah ruas Pekanbaru-Dumai dengan nilai investasi sebesar Rp 15,5 triliun. Tol sepanjang 131 kilometer itu rencananya akan disekuritiasi. "Semoga dapat Rp 4,5 triliun," ujar Putra.

    Sementara tiga ruas yang belum mendapat pembiayaan adalah tol Pematang Panggang-Kayu Agung senilai Rp 11,6 triliun, tol Palembang-Tanjung Api-Api Rp 10 triliun, dan tol Kisaran-Tebing Tinggi Rp 8,7 triliun. Hutama Karya berharap pemerintah bersedia mengalokasikan PMN untuk membiaya pembangunan ketiga ruas itu. "Karena aset Hutama Karya sudah habis," ujar Putra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.