Bangun Trans Sumatera, Hutama Karya Dapat Pinjaman dari Tujuh Bank

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) meninjau Jalan Tol Trans Sumatera ruas gerbang tol Kualanamu saat diresmikan di Deli Serdang, Sumatera Utara, 13 Oktober 2017. ANTARA/Septianda Perdana

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) meninjau Jalan Tol Trans Sumatera ruas gerbang tol Kualanamu saat diresmikan di Deli Serdang, Sumatera Utara, 13 Oktober 2017. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) memperoleh pinjaman senilai Rp 8,06 triliun dari sindikasi tujuh bank untuk pengembangan jalan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. Ketujuh bank tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BCA, Bank CIMB Niaga, Maybank Indonesia, Bank ICBC Indonesia, dan Bank Permata.

    Direktur Utama Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra mengatakan total dana yang dibutuhkan untuk membangun jalan tol sepanjang 140 kilometer itu mencapai Rp 16,7 triliun. "Dengan kredit tersebut, perusahaan akan memenuhi sisa pembiayaan melalui ekuitas senilai Rp 8,7 triliun," katanya saat menandatangani perjanjian pinjaman di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu, 27 Desember 2017.

    Baca: 10 Perusahaan Siap Lepaskan Tanah untuk Proyek Tol Trans Sumatera 

    Kebutuhan ekuitas tersebut dipenuhi melalui penyertaan modal negara (PMN) dan penjualan surat utang korporasi. Putra menuturkan perseroan mendapatkan PMN Rp 2,2 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015-2016. Sedangkan surat utang telah diterbitkan pada akhir 2016 senilai Rp 6,5 triliun.

    Selain mendapatkan pinjaman dari tujuh bank, Hutama Karya menerima fasilitas cash deficiency support dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). PT SMI akan menyediakan stand-by loan untuk menjamin utang Hutama Karya kepada sindikasi perbankan terbayar.

    Direktur Keuangan Hutama Karya Anis Anjayani menuturkan jaminan tersebut diperlukan karena perseroan tidak akan sanggup memenuhi pengeluaran untuk operasi dan perawatan jalan tol serta kewajiban pengembalian kredit pada awal masa operasi nanti.

    Anis berujar  PT SMI mengalokasikan dana Rp 7,5 triliun. PT SMI memberikan tenor 25 tahun dengan grace period selama 15 tahun. "Grace period kredit dari sindikasi perbankan sendiri adalah tujuh tahun dengan tenor selama 15 tahun," ucapnya.

    Ruas jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar merupakan satu dari 24 jalan tol Trans Sumatera. Ruas yang memiliki sembilan seksi ini dibangun sejak 2015 dan ditargetkan rampung pada 2019. Seksi 1 Pelabuhan Bakauheni hingga Bakauheni Selatan serta Seksi 5 dari Lematang ke Kotabaru sudah selesai dibangun dan siap beroperasi dalam waktu dekat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.