2018, Kinerja dan Saham Sektor Konsumer Berpotensi Meningkat

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks saham. REUTERS/Issei Kato

    Ilustrasi Indeks saham. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah saham sektor konsumer berpotensi meningkat pada 2018 seiring dengan meningkatnya selera belanja masyarakat.

    Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mimi Halimin, dalam publikasi risetnya menuliskan saham sektor konsumer bakal meningkat seiring dengan bertumbuhnya selera belanja masyarakat. Salah satu faktor pendorong belanja ialah proyeksi perbaikan PDB menjadi 5,3 persen pada 2018 dan inflasi menuju 4,5 persen.

    "Sejumlah aktivitas ekonomi menunjukkan kenaikan bertahap, meskipun belum mencapai level yang optimal," ujarnya dalam riset yang dikutip pada Senin, 25 Desember 2017.

    Baca juga: IHSG Bakal Cetak Rekor Baru di Akhir Tahun, Ini Sebabnya

    Pada kuartal ketiga 2017, tingkat konsumsi pribadi meningkat 4,93 persen year-on-year (yoy). Angka ini turun dari kuartal III 2016 sebesar 5,01 persen yoy.

    Kendati demikian, penjualan mobil dan sepeda motor domestik mengalami peningkatan pada Oktober 2017 dibanding bulan sebelumnya. Adapun dana pihak ketiga meningkat secara yoy sepanjang tahun ini, sehingga menunjukkan masih banyak dana-dana potensial. "Masyarakat masih menunggu untuk melakukan pengeluaran yang tepat," tuturnya.

    Karena itu, pada 2018, kinerja dan saham sektor konsumer berpotensi meningkat. Saham-saham pilihan Mirae dari sektor ini ialah ICBP dengan target harga Rp 9.700, KLBF Rp1.870, dan UNVR Rp 53.300.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.