Kajian Tol Yogyakarta-Bawen Rampung, Pengadaan Tanah Disegerakan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil melaju di Jembatan Tuntang, Tol Bawen-Salatiga, Tuntang, Kabupaten Semarang, 15 Juni 2017. PT Trans Marga Jateng (TMJ) akan mengoperasikan secara fungsional tol sepanjang 17,6 kilometer bagi pemudik. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Sebuah mobil melaju di Jembatan Tuntang, Tol Bawen-Salatiga, Tuntang, Kabupaten Semarang, 15 Juni 2017. PT Trans Marga Jateng (TMJ) akan mengoperasikan secara fungsional tol sepanjang 17,6 kilometer bagi pemudik. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas atau KPPIP telah menyelesaikan kajian trase jalan tol Yogyakarta-Bawen. Hasilnya akan dipresentasikan kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X Senin pekan depan.   

    Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo, berharap kajian tersebut bisa disetujui. "Jadi beliau bisa memulai proses pengadaan tanah," kata dia di Grand Mercure, Jakarta, Kamis, 14 Desember 2017.

    Baca: Proyek Tol Jakarta-Cikampek II Menggunakan Konstruksi Sosrobahu

    Wahyu enggan membocorkan rute tol yang telah ditetapkan. Menurut dia, rute baru dapat diumumkan setelah mendapat persetujuan dari Sultan Hamengku Buwono X. Pihaknya juga masih harus meminta persetujuan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang akan ditemui pada Selasa pekan depan. 

    Menurut Wahyu, kajian rute kali ini sudah mempertimbangkan keinginan Sultan yang sempat menolak rencana pembangunan tersebut karena melewati banyak situs cagar budaya. Sultan kemudian setuju namun meminta agar pembangunan tidak terlalu banyak menggunakan tanah masyarakat. 

    Pemerintah juga mempertimbangkan saran pemimpin Yogyakarta itu untuk membangun jalan tol dengan menyusuri selokan mataram hingga menuju ke jalan lingkar (ring road) utara Yogyakarta. Sultan menyarankan pembangunan tol di sana agar pembangunan tidak terganggu dan mengganggu pemukiman.

    "Usul itu kami akomodir karena masuk akal juga. Kalau kami ingin cepat tapi masalah dengan masyarakat banyak, ya kami hindari," ujar Wahyu. Badan Pertanahan Negara (BPN) juga telah meminta trase yang dipilih tidak menimbulkan banyak konflik. 

    Proyek tol Yogyakarta-Bawen merupakan satu dari 245 proyek prioritas dan strategis nasional yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017. Tol tersebut rencananya dibangun sepanjang 70 kilometer dengan 8-10 kilometer di antaranya melintasi Yogyakarta. Proyek ini ditargetkan bisa mulai konstruksi sebelum 2019. 

    Pada rencana awal, tol Yogyakarta-Bawen dibangun ke dalam tiga bagian. Para bagian pertama, tol akan menyambungkan Bawen ke Secang. Dari Secang, tol bagian kedua menyambung ke Borobudur. Di bagian ketiga, tol akan menyambungkan Borobudur dan Yogyakarta. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.