Tempe Kaleng UMKM Magelang Go Internasional ke Republik Ceko

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempe Kaleng Magelang. bisnis.com

    Tempe Kaleng Magelang. bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Produk tempe kaleng dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Magelang mendapatkan pesanan 100 ribu kaleng dari Republik Ceko. Kabar tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui akun Twitter-nya.

    Cuitan Ganjar itu pun langsung mendapat respons warganet yang penasaran dengan produk unik bermerek Umiyakko Javafood. Pada cuitan itu Ganjar memberi tahu kontak dan cara pemesanannya. Banyak warganet yang mengapresiasi dan mendukung ada produk lokal yang bisa go internasional.

    General Manager Umiyakko Javafood Kusuma Winata Jati mengatakan sudah sekitar enam bulan ini sering diajak pameran oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah (Jateng), baik tingkat nasional maupun internasional. Ia pun mengaku senang produknya bisa ikut dipromosikan oleh Gubernur Ganjar.

    Baca: Mahasiswa Indonesia Promosikan Tempe di Oxford University

    "Saya senang produknya bisa di-tweet-kan dan dipromosikan Pak Ganjar, ini bentuk kepedulian pejabat daerah. Jadi kami sebagai warga Jateng merasa tidak sendiri karena ternyata ada yang peduli jadi merasa diayomi," ujarnya pada Selasa, 5 Desember 2017.

    Kusuma menceritakan, tempe kaleng ini sudah diproduksi sekitar tiga tahun lalu. Namun untuk memproduksinya membutuhkan riset yang cukup lama. Riset dilakukan sejak 2007 dan sempat vakum beberapa saat sebelum akhirnya diproduksi dan dipasarkan.

    Saat ini, tempe kaleng itu memiliki empat varian, yakni tempe bacem, tempe gurih, tempe kari, dan produk baru berupa tempe terik. "Olahan tempe ini bisa langsung dimakan dan tahan hingga 15 bulan, jadi bisa dibawa ke mana-mana," tutur Kusuma.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.