Minggu, 24 Juni 2018

Jokowi Berpantun Sunda dengan Logat Jawa, Seperti Apa Jadinya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meresmikan venue Asian Games 2018 di kawasan Gelora Bung Karno, 2 Desember 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    Presiden Joko Widodo meresmikan venue Asian Games 2018 di kawasan Gelora Bung Karno, 2 Desember 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    TEMPO.CO, BANDUNG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyitir lirik lagu Bandung Selatan di Waktu Malam karya Ismail Marzuki saat meresmikan jalan tol Soreang Pasirkoja (Soroja), hari ini, Senin, 4 Desember 2017.

    “Bandung Selatan, dilupakan, jangan. Demikian syair lagu Ismail Marzuki. Mengapa? Karena Bandung selatan memiliki pontensi besar,” kata dia di pintu gerbang Soreang jalan tol Soroja, Senin, 4 Desember 2017.

    Simak: Buka Tol Soroja, Jokowi Berbahasa Sunda dan Sebut Pengabdi Setan

    Jokowi memang tidak mengutip persis syair bait terakhir lagu keroncong karya Ismail Marzuki itu yang bercerita tentang Bandung selatan di waktu malam yang aslinya “Riwayatnya tak kan dilupakan”. “Di sini ada kawasan hunian, kawasan industri, kawasan wisata, sarana olahraga teresar, serta pusat pemerintahan Kabupaten Bandung,” kata dia.

    Menurut Jokowi, dibukanya akses tol Soroja sepanjang 10  kilometer itu memangkas waktu perjalanan yang biasanya 1,5 jam lewat jalan arteri, menjadi hanya 12 menitan. “Bandung selatan, utamanya Kabupaten Bandung bersiaplah untuk mengalami percepatan di berbagai bidang,” kata dia.

    Jalan tol Soroja itu salah satuya mempercepat akses menuju Stadion Jalak Harupat di Soreang yang kerap dijadikan lokasi pertandingan kandang kesebelasan Persib Bandung.

    “Para atlet, calon atlet, penggemar sepakbola, dan olahraga lain akan menghemat waktu dan ongkos untuk mencapai stadion. Ini bisa mempercepat bangkitnya prestasi olaraga di Jawa Barat,” kata Jokowi.

    Jokowi mengatakan, jalan tol Soroja juga akan memudahkan akses menuju daerah tujuan wisata di Bandung Selatan. “Tempat wisatanya juga sangat berpotensi dan bervariasi. Ada perkebunan teh di Rancabali, Ciwidey, Malabar, Pangalengan, ada danau indah di Situ Patengang dan Situ Cileunca, ada sumber air panas Cimanggu, Ciwalini, dan Kawah Putih. Rumah peningglan Boscha pendiri Observatorium sampai rumah syuting film Pengabdi Setan ada di Bandung Selatan,” kata dia.

    Dengan logat Jawanya, Jokowi menyitir pantun berbahasa sunda. “’Ka Soreang ngagaeleuh laja, uwihna ka Pasirkoja. Gening aya Tol Soroja. Dina rasa anu bagea’. Saya ulang lagi biar pinter bahasa sundanya,” kata dia.

    Jokowi meresmikan jalan tol Soroja itu di gerbang Soreang, dari gerbang tersebut langsung menembus jalan menuju kompleks kantor pemerintahan Kabupaten Bandung di Soreang. Dia ditemani Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soewandi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, serta Bupati Bandung Dadang M Naser.

    Rombongan Presiden sempat menjajal jalan tol itu dengan menumpang bus yang biasa digunakan skuad Persib Bandung. Ditanya alasannya menggunakan bus Persib itu, Jokowi senyum-senyum. “Karena bus Persib-nya bagus. Ada bisnya di situ, dan busnya bagus, ya naik aja,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.