Era Digital, Jokowi: Peluang Bisnis di Pariwisata dan Lifestyle

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat ditemui awak media usai menghadiri CEO Forum di Raffles Hotel, Jakarta Pusat, Rabu, 29 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Presiden Joko Widodo saat ditemui awak media usai menghadiri CEO Forum di Raffles Hotel, Jakarta Pusat, Rabu, 29 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi mengatakan era digital telah membuat pergeseran pola konsumsi masyarakat. Di sisi lain, menurut Jokowi, era digital juga membuka peluang besar pada bisnis pariwisata dan gaya hidup atau lifestyle.

    "Kita sudah masuk era digital dan di dunia media sosial yang buat bergensi bukan lagi barang mewah dan bermerk. Yang tentukan status buat orang bergensi sekarang pengalaman yang diupload, petualangan yang diupload, kenangan yang diupload, (ke media sosial)" kata Jokowi dalam forum CEO Kompas di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu, 29 November 2017.

    Simak: Jokowi Minta Ada Fakultas Ekonomi Digital

    Menurut Jokowi, digitalisasi menyebabkan pergerakan pola konsumsi dari belanja barang ke pengalaman. Pengalaman tersebut didapatkan melalui kegiatan berwisata dan memenuhi kebutuhan untuk gaya hidup lainnya. "Pergeserannya dari belanja barang ke wisata. Dari belanja barang ke hiburan."

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kata dia, konsumsi rumah tangga tumbuh mencapai 4,95-5,93 persen dengan komposisi pertumbuhan di sektor hotel dan restoran yang paling besar dengan total 5,87 persen.

    Selain pola konsumsi yang bergeser di era digital, pola kerja juga demikian. Generasi milenial, kata Jokowi, sudah tidak sabar untuk duduk terus di kantor. "Apalagi milenial yang kelas tinggi. Mereka lebih suka kerja dari kafe. Pola kerja ini dinamakan digital lifestyle."

    Lebih lanjut ia menuturkan kebiasaan masyarakat yang melakukan swafoto juga berkontribusi meningkatkan gairah di sektor pariwisata. Banyak lokasi wisata di Indonesia, seperti di Labuan Bajo, Raja Ampat terpromosikan dari kebiasaan swafoto masyarakat.

    "Sekarang orang suka selfie dan fotonya bisa langsung viral ke seluruh dunia. Dan sudah banyak yang membicarakan destinasi wisata di Indonesia karena internet tidak kenal batas dan jarak. Sekali viral langsung bisa ke seluruh dunia," tutur Jokowi.

    Selain itu, saat ini ratusan juta orang di kawasan Asia Fasifik sedang menuju pada golongan kelas menengah. Dan yang membedakan kalangan kelas menengah dan bawah adalah digital lifestyle.

    Begitu penghasilan masyarakat tembus ke kelas menengah hal pertama yang dilakukan adalah jalan-jalan. Nah, fenomena ini yang harus dilihat untuk memanfaatkan sektor wisata sebagai penggerak ekonomi.

    "Jumlah wisatawan internasional juga sudah meningkat 25 persen tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya

    Jokowi mengatakan saat ini pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur agar konektifitas antar wilayah semakin mudah dijangkau. "Infrastruktur daerah dikembangkan sehingga daerah semakin mudah dan murah untuk dijangkau," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.