Kamis, 26 April 2018

Pembangunan Jalan Tol 2017 Tak Sesuai Target, Ini Penjelasan PU

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggarap proyek ruas jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. ANTARA

    Pekerja menggarap proyek ruas jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna tak menampik adanya keterlambatan pembangunan sejumlah ruas jalan tol menjelang akhir 2017. Target Kementerian membangun 379,2 kilometer pada tahun ini pun terancam meleset.

    Menurut Herry, baru 133 km jalan tol yang pembangunannya terealisasi per November 2017. Alhasil, masih ada lebih dari 240 km jalan tol yang belum selesai berdasarkan target tahunan.

    "(Membangun) jalan tol itu tidak seperti beli mobil yang ada uang langsung bayar, butuh waktu. Di luar faktor cuaca, kita juga dihadapkan masalah tanah (pembebasan tanah)," katanya saat berdialog dengan awak media di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat, 24 November 2017.

    Simak: Investor Cina Incar Jalan Tol Serang-Panimbang 

    Herry berujar pihaknya tetap menggenjot penyelesaian konstruksi sejumlah ruas agar dapat beroperasi pada Desember mendatang atau selambatnya pada awal 2018.

    Sejumlah proyek yang bisa dikebut dan dapat beroperasi pada akhir tahun, antara lain ruas tol Surabaya-Mojokerto Seksi I, II, dan III, ruas Soreang-Pasirkoja, ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Seksi IC, serta Bakauheni-Terbanggi Besar II.

    "Untuk November (2017), ada ruas Surabaya-Mojokerto dan Soreang-Pasirkoja yang sudah layak fungsi, tinggal peresmiannya," ujarnya.

    Perlu diketahui, angka realisasi jalan tol sepanjang 133 km per November 2017 didapat dari penyelesaian sembilan ruas jalan tol. Sembilan ruas yang telah dioperasikan itu seperti jalan tol Akses Tanjung Priok sepanjang 11 km, jalan tol Kertosono-Mojokerto Seksi II sepanjang 19,9 km, jalan tol Semarang-Solo Seksi III sepanjang 17,5 km, serta jalan tol Gempol Pasuruan Seksi l-A1 dan Seksi I-A2masing-masing sepanjang 7,8 km dan 7,9 km.

    Ada juga jalan tol Palembang-lndralaya sepanjang 7,4 km, jalan tol Medan-Binjai Seksi II dan III sepanjang 10,45 km, jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi I-VI sepanjang 42,10 km, serta jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Seksi lB dan lC sepanjang 8,4 km.

    Menurut Herry, pemerintah menargetkan penyelesaian 766 km jalan tol pada 2018 dan 533,1 km pada 2019.

    YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Akan Melarang Bekas Koruptor Jadi Caleg Pemilu 2019

    Di Maret 2018, Komisi Pemilihan Umum berencana menambahkan larangan bekas koruptor menjadi anggota legislatif dalam Peraturan KPU untuk Pemilu 2019.