Kasir Gesek Kartu Dua Kali, Ketua Aprindo: Bukan Menyadap Data

Reporter

Rabu, 6 September 2017 20:51 WIB

Ilustrasi kartu debit dan mesin Electronic Data Capture (EDC). Antara

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicolas Mandey mengatakan tujuan penggesekan kartu debit atau kredit sebanyak dua kali dalam transaksi online adalah untuk kepentingan validasi nomor kartu. Validasi yang dimaksud adalah membandingkan data yang masuk ke mesin electronic data capture (EDC) dengan mesin cash register kasir.

Baca juga: Kasir Menggesek Kartu Anda Dua Kali? Gubernur BI: Data Bisa Bocor

Swipe dua kali itu adalah untuk validasi nomor kartu, mencocokkan antara yang ada di EDC dan di hasil rekapitulasi penjualan. Supaya kalau nanti jika ada ketidakcocokan angka atau nilai gampang ditelusuri dari nomor validasi itu,” kata Roy melalui sambungan telepon kepada Tempo, Rabu 6 September 2017.

Salah satu alternatif dari metode gesek dua kali adalah dengan memasukkan data angka secara manual yaitu mengetikkan nomor kartu. Menurut Roy, metode gesek kartu adalah hanya untuk memudahkan, agar petugas tidak memakan waktu lama memasukkan data angka satu persatu.

Roy menegaskan tidak mungkin merchant bisa mengambil data nasabah hanya dengan melakukan gesek kartu dua kali. “Kalau di merchant atau di ritel bagaimana mau duplikasi. Kita cuma mau ambil data nomor validasinya saja,” kata Roy.

Menurut Roy pencurian data nasabah tersebut adalah hal yang sulit dilakukan merchant jika transaksasinya dilakukan secara transparan. Artinya ketika kartu digesek, nasabah dapat mengetahui siapa yang memegang kartu non tunai mereka dan melihat proses penggesekannya.

“Kalau bertransaksi head to head itu hampir tidak mungkin (melakukan kecurangan). Kan kalau kita antri di depan kasir, kita bisa lihat kartu itu dipegang oleh siapa, proses digeseknya,” kata Roy.

Meskipun begitu Aprindo dan para pengusaha ritel akan tetap mendukung BI yang mengeluarkan larangan double swipe. Roy berharap para peritel diberikan surat edaran tertulis dari BI terkait pengamanan atau pengaturan transaksi bagi konsumen.

Selain diberi surat edaran tertulis, Aprindo berharap Bank Indonesia (BI) aktif dalam mensosialisakan larangan gesek kartu non tunai dua kali di mesin EDC ini. Roy mengatakan peritel yang berada di luar Jakarta kemungkinan tidak memperhatikan adanya peraturan ini.

“Kita harapkan juga BI secara pro-aktif melakukan campaign terhadap peritel-peritel yang berada di daerah yang mungkin bukan anggota Aprindo,” ujar Roy.

Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu debit dan kredit ini telah tercantum dalam Peraturan BI No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

BI akan bertindak tegas terhadap merchant yang menggesek kartu kredit atau debit dua kali. Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan pihaknya tidak akan segan-segan memasukkan merchant yang masih melanggar dalam daftar hitam. “Tentu sanksinya adalah bisa di-black list atau dicabut dari kewenangan untuk menjalankan pembayaran melalui electronic data capture (EDC),” kata Agus, di Gedung Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu 6 September 2017.
ALFAN HILMI

Berita terkait

Banjir Promo Tiket Wisata dari Bank CIMB Niaga di Cathay Pacific Travel Fair 2024, Besok Berakhir

58 hari lalu

Banjir Promo Tiket Wisata dari Bank CIMB Niaga di Cathay Pacific Travel Fair 2024, Besok Berakhir

Bank CIMB Niaga dan maskapai penerbangan Cathay Pacific Airways Limited menggelar Cathay Pacific Travel Fair 2024 untuk menghadirkan beragam promo tiket wisata favorit dunia.

Baca Selengkapnya

Daftar Promo HUT BCA untuk Produk Fesyen, dari Crocs, Converse, hingga Optik Melawai

21 Februari 2024

Daftar Promo HUT BCA untuk Produk Fesyen, dari Crocs, Converse, hingga Optik Melawai

PT Bank Central Asia Tbk atau BCA menawarkan sejumlah promo produk fashion dalam rangka perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-67 BCA.

Baca Selengkapnya

Kartu Kredit Jenius: Keunggulan, Cara Pengajuan, dan Aktivasinya

3 Februari 2024

Kartu Kredit Jenius: Keunggulan, Cara Pengajuan, dan Aktivasinya

Kartu kredit Jenius memiliki banyak keunggulan, salah satunya proses pengajuan yang mudah. Berikut cara pengajuan dan aktivasinya.

Baca Selengkapnya

Limit Kartu Kredit Mandiri dan Cara Meningkatkannya

24 Januari 2024

Limit Kartu Kredit Mandiri dan Cara Meningkatkannya

Limit kartu kredit Mandiri mulai dari Rp2 juta sampai miliaran rupiah. Nasabah bisa menaikkan limit kartu kredit Mandiri. Berikut ini caranya.

Baca Selengkapnya

Cara Menutup Kartu Kredit BNI, Bisa Lewat Kantor Cabang hingga Call Center

10 Januari 2024

Cara Menutup Kartu Kredit BNI, Bisa Lewat Kantor Cabang hingga Call Center

Bagi Anda yang ingin menutup kartu kredit BNI, bisa mengikuti beberapa cara ini. Simak cara menutup kartu kredit BNI yang aman dan cepat.

Baca Selengkapnya

Begini Cara Mengecek BI Checking

19 Desember 2023

Begini Cara Mengecek BI Checking

BI checking berfungsi untuk mengetahui riwayat kredit.

Baca Selengkapnya

Kata BNI Soal Penipuan Kartu Kredit yang Rugikan 20 Nasabahnya Rp 1 Miliar

16 Desember 2023

Kata BNI Soal Penipuan Kartu Kredit yang Rugikan 20 Nasabahnya Rp 1 Miliar

BNI memberikan tanggapan atas kasus penipuan nasabah bank itu yang kini ditangani Polda Metro Jaya.

Baca Selengkapnya

20 Orang Jadi Korban Dugaan Penipuan Kartu Kredit BNI, Polda Metro Jaya: Kerugian Rp 1 Miliar

13 Desember 2023

20 Orang Jadi Korban Dugaan Penipuan Kartu Kredit BNI, Polda Metro Jaya: Kerugian Rp 1 Miliar

Polda Metro Jaya mencatat 20 orang diduga menjadi korban penipuan kartu kredit BNI. Kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Baca Selengkapnya

JPMorgan Prediksi Keuangan Warga Amerika Serikat Bakal Terseok-seok

10 Desember 2023

JPMorgan Prediksi Keuangan Warga Amerika Serikat Bakal Terseok-seok

JPMorgan mengungkap proyeksi sebagian besar warga Amerika Serikat sudah kehabisan uang tabungannya.

Baca Selengkapnya

Sederet Bank Terjun ke Bisnis Paylater, Ekonom: Fenomena Wajar, Bukan Lompatan Besar

7 Desember 2023

Sederet Bank Terjun ke Bisnis Paylater, Ekonom: Fenomena Wajar, Bukan Lompatan Besar

Saat ini, sederet perbankan sudah dan akan merambah ke segmen bisnis Buy Now Pay Later (BNPL) alias paylater (bayar nanti). Bagaimana tanggapan ekonom?

Baca Selengkapnya