Penghasilan Rp 200 Ribu Per Bulan, Petani Emoh Tanam Kedelai

Reporter

Jumat, 4 Agustus 2017 21:29 WIB

Pekerja menggiling kedelai untuk bahan baku tempe di sentra industri kripik tempe Sanan, Malang, Jawa Timur, 31 Desember 2015. Menjelang malam pergantian tahun permintaan kripik tempe yang di jual mulai harga 4000 hingga 7500 rupiah tersebut meningkat hingga 3 kali lipat. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Subang - Petani di wilayah Jawa Barat, mayoritas tak tertarik untuk melakukan budi daya kedelai. Sebab, hasilnya, dinilai sangat jauh dari menguntungkan.

"Penghasilan per bulannya hanya Rp 200 ribu," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat, Uneef Primadi, saat ditemui Tempo, di di Desa Sida Mulya, Subang, Jumat, 4 Agustus 2017.

Penghasilan petani kedelai yang empat kali lipat lebih rendah dari buruh penyapu jalan di Subang yang mencapai Rp 1 juta per bulannya itu, disebabkan mahalnya ongkos produksi yang harus dikeluarkan.

Simak: Harga Kedelai Naik, Laba Perajin Tahu Turun 30 Persen

Uneef mengungkapkan, ongkos produksi tanaman kedelai per hektarenya mencapai Rp 12,1 juta, adapun hasil jual produksi kedelainya per hektare hanya Rp 12,7 juta. Saat ini harga kedelai sesuai harga patokan pemerintah Rp 6.700 per kilo gram.

Dengan begitu, margin antara ongkos produksi dengan hasil jual produksi per musim, hanya Rp 600 ribu. Angka tersebut masih harus dibagi tiga bulan selama masa tanam hingga panen, artinya, per bulan pendapatan bersih petani kedelai memang hanya Rp 200 ribu.

Untuk mengajak petani gandrung menanam kedelai, Aneef mengaku sudah mengajukan kenaikan HPP kedelai dari Rp 6.700 menjadi Rp 8.500 per kilo gramnya. "Soal usulan kenaikan harga ituu sudah kami sampaikan kepada Pak Gubernur dan diteruskan kepada Kemendag," tuturnya.

Kecuali kenaikan HPP, soal lain yang dipercaya dapat mendongkrak minat petani tanam kedelai yakni diberikannya subsidi benih. Sebab, benih kedelai sangat langka di kalangan petani.

Soal minimnya petani menanam kedelai tersebut otomatis menggerus target tanam. Contohnya, target tanam tahun 2017 seluas 65 ribu hektare, capaian targetnya hingga medio akhir Juli baru tercapai 18 ribu hektare.

Untuk mengejar target tanam, setiap dinas pertanian tanaman pangan kabupaten dan di Jawa Barat melakukan kerjasama dengan TNI. "Kami siapkan bantuan tanam kedelai seluas 38 ribu hektare," imbuh Haneef.

Di wilayah Subang, bantahan tanam kedelai kerja sama dinas pertanian tanaman pangan, petani dan TNI tercatat 415 hektare, lahan tanamnya tersebar di Kecamatan Cipunagara, Cisalak, dan lembaga masyarakat daerah hutan (LMDH) dan Perhutani.

"Penanganan gerakan tanam kedelai di Subang dimulai hari ini, Jumat, 4 Agustus 2017, " kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Jaja Rohadamaja. Tanaman kedelai sampai datang masa panen memerlukan waktu 90-100 hari.

NANANG SUTISNA

Berita terkait

Sumber Protein Nabati yang Perlu Dimasukkan ke Pola Makan

18 Februari 2024

Sumber Protein Nabati yang Perlu Dimasukkan ke Pola Makan

Meski sumber makanan hewani kaya protein, protein nabati pun baik untuk kesehatan secara umum. Berikut sumber yang sangat baik.

Baca Selengkapnya

Pelengkap Berbagai Masakan, Ini Plus Minus Kecap bagi Kesehatan

19 Januari 2024

Pelengkap Berbagai Masakan, Ini Plus Minus Kecap bagi Kesehatan

Kecap punya manfaat buat kesehatan dan sebaliknya. Sisi positifnya, kecap tinggi antioksidan dan zat-zat antimikroba. Apa negatifnya?

Baca Selengkapnya

Bahaya Ibu Hamil Makan Kedelai Utuh bagi Janin Laki-laki Menurut Dokter Kandungan

18 Januari 2024

Bahaya Ibu Hamil Makan Kedelai Utuh bagi Janin Laki-laki Menurut Dokter Kandungan

Dokter kandungan mengatakan makan kedelai utuh bisa memicu masalah genital pada janin laki-laki. Apa dampaknya?

Baca Selengkapnya

Bos Bulog Beberkan Sejumlah Penyebab Stok Kedelai Sering Langka

11 Januari 2024

Bos Bulog Beberkan Sejumlah Penyebab Stok Kedelai Sering Langka

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengungkapkan penyebab stok kedelai kerap langka di Indonesia. Apa saja pemicunya?

Baca Selengkapnya

5 Manfaat Makan Tempe untuk Tubuh

6 Januari 2024

5 Manfaat Makan Tempe untuk Tubuh

Meskipun sering disamakan dengan tahu, tempe memiliki perbedaan manfaat yang signifikan bagi tubuh.

Baca Selengkapnya

Resep dan Cara Membuat Tahu Hoheng yang Sedang Viral

19 Desember 2023

Resep dan Cara Membuat Tahu Hoheng yang Sedang Viral

Tahu Hoheng sedang viral dan ramai diperbincangkan publik, khususnya para pencinta kuliner. Lalu, bagaimanakah resep dan cara membuatnya?

Baca Selengkapnya

3 Resep Masakan Menggunakan Tauco

23 November 2023

3 Resep Masakan Menggunakan Tauco

Tauco terbuat dari kedelai yang setelah direbus diawetkan dengan garam

Baca Selengkapnya

Harga Kedelai Melesat, Produsen Tahu Tempe Minta Pemerintah Atur Pasokan

20 November 2023

Harga Kedelai Melesat, Produsen Tahu Tempe Minta Pemerintah Atur Pasokan

Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin, mengatakan tren kenaikan harga kedelai ini akan berlanjut hingga Desember.

Baca Selengkapnya

Ketua Asosiasi Tahu Tempe Beberkan 4 Alasan Meroketnya Harga Kedelai

19 November 2023

Ketua Asosiasi Tahu Tempe Beberkan 4 Alasan Meroketnya Harga Kedelai

Fluktuasi harga kedelai sebenarnya merupakan hal yang wajar setiap tahun, tapi kenaikan harga kedelai tahun ini cukup tinggi.

Baca Selengkapnya

8 Sumber Protein Nabati

26 Oktober 2023

8 Sumber Protein Nabati

Kedelai sumber protein nabati, antara lain tempe dan tahu

Baca Selengkapnya