Soal Blok Masela, Pemerintah Diminta Perhatikan Kontrak  

Reporter

Editor

Zed abidien

Sabtu, 2 Januari 2016 15:08 WIB

AP/Hasan Jamali

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Yudha meminta kepada pemerintah agar memperhatikan isi kontrak jika jadi mengelola kilang gas cair di Blok Masela, Kepulauan Aru, Maluku. Politisi asal Partai Golongan Karya itu mengingatkan agar negara tidak melulu dirugikan dalam pengelolaan kekayaan alam. "Isi kontrak itu penting karena di situ kedaulatan negara," ucap Satya di Jakarta, Sabtu, 2 Januari 2016.

Salah satu yang menjadi sorotan dia adalah ihwal perbedaan biaya pengelolaan kilang antara terapung atau off shore (floating Liquid Natural Gas) di laut dengan di darat (on shore). Menurut Satya, biaya pengerjaan kilang di darat memakan dana lebih mahal dibandingkan dengan di lepas pantai. Bila dikelola di darat biaya yang mesti disiapkan sebesar US$ 19,3 miliar sedangkan dengan skema terapung mencapai US$ 14,8 miliar.

Belum lagi jika bicara pengerjaan kilang dan harga gas cair dunia yang bergerak fluktuatif. Satya tidak ingin negara menanggung biaya lebih besar jika terjadi pembengkakan harga (cost over run) begitu pengerjaan kilang berjalan. Ia menilai negara bisa membayar lebih mahal dan berpotensi lebih lama menikmati hasilnya jika tidak ada ketegasan dalam hal penentuan harga.

Satya menilai jika biaya off shore semula US$ 14,8 miliar bisa saja membengkak. Begitu juga sebaliknya jika pengembangan kilang dilakukan di darat. "Jadi apapun keputusannya (off shore atau on shore) harus dijaga isi kontraknya," kata Satya.

Mantan Deputi Perencanaan SKK Migas Aussie Gautama mengatakan pembengkakan biaya pengerjaan kilang wajar terjadi. Ia menyebut plan of development yang sudah dibuat ketika dilaksanakan biasanya akan mengalami perubahan. Perubahannya bisa mengakibatkan pembengkakan biaya sebesar 90 persen. Untuk mengantisipasi hal itu, setiap pihak biasanya sudah mempunyai perhitungan. "Yang penting adalah apakah proyeknya masih punya nilai ekonomis atau tidak," ucapnya.

Pemerintah saat ini tengah mengkaji skema pengelolaan kilang gas cair di Blok Masela. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menyarankan agar pembangunan kilang dilakukan di darat. Sementara Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said memilih skema lepas pantai atau off shore. Presiden Joko Widodo sendiri ingin pengelolaan Blok Masela bisa memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Maluku.

ADITYA BUDIMAN





Berita terkait

Terpopuler: Prabowo Bertanya ke Pengusaha Berapa Nilainya Setelah Dapat Skor 11 dari Anies, Rekrutmen CASN 2024 Bisa Lebih dari Sekali

13 Januari 2024

Terpopuler: Prabowo Bertanya ke Pengusaha Berapa Nilainya Setelah Dapat Skor 11 dari Anies, Rekrutmen CASN 2024 Bisa Lebih dari Sekali

Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, sempat bertanya berapa nilainya saat berdialog bersama para pengusaha Jumat, 12 Januari 2024.

Baca Selengkapnya

Seloroh Kepala SKK Migas soal Blok Masela: Namanya Proyek Abadi, Nggak Selesai-selesai

12 Januari 2024

Seloroh Kepala SKK Migas soal Blok Masela: Namanya Proyek Abadi, Nggak Selesai-selesai

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Dwi Soetjipto berseloroh tentang proyek pengembangan lapangan migas Blok Masela.

Baca Selengkapnya

Bertemu Menteri Energi Jepang, Arifin Tasrif Bahas Proyek Abadi Masela dan PLTA Kayan

20 Desember 2023

Bertemu Menteri Energi Jepang, Arifin Tasrif Bahas Proyek Abadi Masela dan PLTA Kayan

Menteri ESDM Arifin Tasrif bertemu Menteri Energi Jepang Ken Saito pada Senin, 18 Januari 2023. Apa saja yang dibahas?

Baca Selengkapnya

Pertamina dan PETRONAS Resmi Gantikan Shell di Blok Masela

18 Oktober 2023

Pertamina dan PETRONAS Resmi Gantikan Shell di Blok Masela

Perjanjian jual beli ditandatangani pada tanggal 25 Juli 2023 dan persetujuan Menteri ESDM atas pengalihan PI diperoleh pada tanggal 4 Oktober 2023.

Baca Selengkapnya

Pemboran 427 Sumur Pengembangan Selesai, SKK Migas Soroti Ketersediaan Rig

2 September 2023

Pemboran 427 Sumur Pengembangan Selesai, SKK Migas Soroti Ketersediaan Rig

SKK Migas mencatat telah menyelesaikan pemboran 427 sumur pengembangan hingga Juli 2023.

Baca Selengkapnya

Investasi Blok Masela Bagian dari Transisi Energi, Bos Pertamina: Gas adalah Bridging Fuel

30 Agustus 2023

Investasi Blok Masela Bagian dari Transisi Energi, Bos Pertamina: Gas adalah Bridging Fuel

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati blak-blakan soal alasan Pertamina berinvestasi di Blok Masela.

Baca Selengkapnya

Menteri ESDM Targetkan Blok Masela Berproduksi Desember 2029

4 Agustus 2023

Menteri ESDM Targetkan Blok Masela Berproduksi Desember 2029

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menargetkan Blok Masela bisa mulai produksi paling lambat 30 Desember 2023.

Baca Selengkapnya

Tagihan Macet Piutang Pajak

26 Juli 2023

Tagihan Macet Piutang Pajak

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan piutang pajak belum tertagih sebesar Rp 7,2 triliun pada 2022.

Baca Selengkapnya

Terkini Bisnis: Pertamina dan Petronas Kucurkan Dana ke Blok Masela, 10 Tanda Bisnis yang Dibangun Lewat Pencucian Uang

25 Juli 2023

Terkini Bisnis: Pertamina dan Petronas Kucurkan Dana ke Blok Masela, 10 Tanda Bisnis yang Dibangun Lewat Pencucian Uang

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Selasa sore, 25 Juli 2023 antara lain tentang Pertamina dan Petronas mengucurkan dana US$650 juta ke Blok Masela.

Baca Selengkapnya

Ambil Alih Blok Masela, Pertamina-Petronas Kucurkan USD 650 Juta

25 Juli 2023

Ambil Alih Blok Masela, Pertamina-Petronas Kucurkan USD 650 Juta

PT Pertamina (Persero) dan badan usaha milik negara dari Malaysia, Petronas, menggelontorkan dana senilai US$ 650 juta untuk proyek Blok Masela.

Baca Selengkapnya