Batik Lasem Kebanjiran Pesanan  

Reporter

Editor

Raihul Fadjri

Selasa, 16 Juli 2013 14:59 WIB

Perajin batik kontemporer di sentra batik Cigadung, Bandung, Jawa Barat (24/12). Pengunjung dapat belajar membatik, mengetahui pengetahuan batik, manajemen menjadi pengusaha batik. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Rembang - Sejumlah perajin batik tulis Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengaku kebanjiran pesanan pada bulan Ramadan ini. “Order pesanan mencapai 25 persen dari hari normal,” kata Riva’i, Ketua Klaster Batik Tulis Lasem, Selasa, 16 Juli 2013.

Permintaan pesanan datang dari kota besar, seperti Jakarta dan Surabaya. “Saat ini kami meningkatkan produksi hingga 3.000 potong per bulan,” ujar Riva’i. Ia juga menerima pesanan 700 potong dari instansi pemerintah untuk seragam kedinasan. Harga batik dipatok berkisar Rp 150-350 ribu per potong.

Tren batik saat ini masih berkutat pada warna cerah. Di beberapa daerah, warna biru dan merah cenderung diminati konsumen, seperti di Surabaya, Surakarta, dan Yogyakarta. Perajin batik juga membuat desain yang berbeda dengan desain batik klasik. "Kami sesuaikan permintaan pasar," ujar Santoso, pemilik usaha dengan merek Pusaka Beruang.

Dia mengaku mendesain sendiri batiknya dan sudah punya 500 desain. “Tapi yang dipakai baru 100 desain,” katanya. Batik Lasem dikenal bermotif tiga negeri dan empat negeri. "Tapi yang laku keras adalah motif tiga negeri," ucap Santoso. Motif tiga negeri kuat dengan warna biru, merah, hijau, dan cokelat.

Santoso mengandalkan pemasaran dengan sistem jemput bola, seperti mengikuti pameran di kota besar, terutama di Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Saat Ramadan, kata Santoso, omzet penjualannya normal. “Barangkali masyarakat lebih mengutamakan untuk keperluan memasukkan sekolah,” kata Santoso.

Pendapatan rutin Santoso pada hari biasa berkisar Rp 3-4 juta per hari. Sementara keuntungan batik berkisar 15-35 persen tergantung produknya. Namun, pada hari libur dan Lebaran bisa laku hingga Rp 60 juta per hari. Harga tiap potong batik mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1,2 juta, tergantung desain.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UMKIM Rembang, Munthohar, di Lasem sekarang terdapat 90 perajin dengan pembatik dan 5.000-6.000 buruh. Kini, pengusaha batik sebagian besar dilakukan oleh pendatang baru. Sedangkan pewaris lama tinggal Santoso, Sigit Witjaksono Purwati, dan Wiji. “Omzet penjualannya setahun Rp 2 miliar dan jika ada pameran bisa mencapai sekitar Rp 4 miliar,” kata Munthohar.

BANDELAN AMARUDIN

Berita terkait

Bamsoet Dukung Fashion Show Kain Tradisional Indonesia di San Polo Italia

8 hari lalu

Bamsoet Dukung Fashion Show Kain Tradisional Indonesia di San Polo Italia

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, mendukung rencana pagelaran fashion show oleh Dian Natalia Assamady bertajuk "Keindahan Karya Kain. Tenun dan Batik Ku Indonesia".

Baca Selengkapnya

Sri Mulyani Pakai Kain Batik pada Hari Terakhir di Washington, Hadiri 3 Pertemuan Bilateral

10 hari lalu

Sri Mulyani Pakai Kain Batik pada Hari Terakhir di Washington, Hadiri 3 Pertemuan Bilateral

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenakan kain batik pada hari terakhirnya di Washington DC, Amerika Serikat, 21 April kemarin.

Baca Selengkapnya

Jangan Lupakan 7 Destinasi Wisata Semarang, Kota Lama sampai Mangrove Edu Park

13 hari lalu

Jangan Lupakan 7 Destinasi Wisata Semarang, Kota Lama sampai Mangrove Edu Park

Kota Lama Semarang hingga Taman Lele, Semarang tak pernah kehabisan destinasi wisata.

Baca Selengkapnya

PNM Berikan Pelatihan Batik Ecoprint kepada Nasabah

38 hari lalu

PNM Berikan Pelatihan Batik Ecoprint kepada Nasabah

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengadakan pelatihan untuk membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) para nasabah.

Baca Selengkapnya

Kampung Karangkajen Yogyakarta Dipromosikan Sebagai Kampung Religius, Ini Daya Tariknya

40 hari lalu

Kampung Karangkajen Yogyakarta Dipromosikan Sebagai Kampung Religius, Ini Daya Tariknya

Kampung Karangkajen Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta dikenalkan sebagai Kampung Religius jelang Ramadhan atau awal Maret 2024 ini.

Baca Selengkapnya

Beijing Sepakati Anggaran Pemerintah Pusat dan Daerah Periode 2024

51 hari lalu

Beijing Sepakati Anggaran Pemerintah Pusat dan Daerah Periode 2024

Sidang parlemen "Dua Sesi" Cina resmi ditutup dengan hasil akhir menyepakati anggaran pemerintah pusat dan daerah periode 2024, menerima laporan kerja

Baca Selengkapnya

Begini Saran Didiet Maulana Merawat Batik agar Awet dan Tetap Otentik

57 hari lalu

Begini Saran Didiet Maulana Merawat Batik agar Awet dan Tetap Otentik

Desainer dan Direktur Kreatif IKAT Indonesia Didiet Maulana membeberkan cara menjaga kain batik agar tetap awet.

Baca Selengkapnya

KBRI Canberra Gelar Promosi Batik di Australia, Potensi Transaksi Capai Rp 200 Juta

28 Februari 2024

KBRI Canberra Gelar Promosi Batik di Australia, Potensi Transaksi Capai Rp 200 Juta

Kedutaan Besar RI di Canberra menggelar promosi batik di Balai Kartini, Australia. Agenda tersebut dilaksanakan melalui Atase Perdagangan Canberra bersama Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI).

Baca Selengkapnya

Pemda Diminta Koordinasi dengan Bulog Bantu Salurkan Beras SPHP

26 Februari 2024

Pemda Diminta Koordinasi dengan Bulog Bantu Salurkan Beras SPHP

Penyaluran beras SPHP dimaksimalkan sebanyak 200 ribu ton per bulan untuk periode Januari-Maret 2024.

Baca Selengkapnya

Pemerataan Dokter Spesialis Bisa Dimulai dari Dukungan Pemerintah Daerah

23 Februari 2024

Pemerataan Dokter Spesialis Bisa Dimulai dari Dukungan Pemerintah Daerah

Ketua IDI Mohammad Adib Khumaidi mengatakan, pemerintah daerah berperan untuk pemerataan dokter spesialis

Baca Selengkapnya