Motif 'Serangan' ke Bumi Resources Dipertanyakan  

Reporter

Editor

Pruwanto

Minggu, 30 September 2012 05:28 WIB

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Bumi Resources, Dileep Srivastava, mengungkapkan, pihaknya sama sekali tak paham motivasi Bumi Plc mengumumkan dugaan penyimpangan di anak usahanya, Bumi Resources, melalui media massa. "Khususnya mekanisme publik yang digunakannya untuk menghadapi masalah internal beberapa pemegang saham," kata Dileep kepada Tempo, Sabtu, 29 September 2012.

Pada 24 September lalu, Bumi Plc mengumumkan penyelewengan dana di dua anak usahanya, Bumi Resources dan Berau Coal Energy. Perusahaan investasi yang tercatat di bursa efek London itu melihat kemungkinan penyimpangan dana senilai lebih dari US$ 500 juta di Bumi Resources. Perusahaan itu juga meminta kantor hukum di London menginvestigasi secara independen terhadap dugaan tersebut.

Setelah Bumi Plc mengumumkan penyelewengan tersebut, harga saham Bumi Plc di Bursa Efek London dan Bumi Resources di Bursa Efek Indonesia jungkir balik. Jatuhnya kedua saham itu secara tidak langsung menyeret jatuh saham-saham emiten kelompok Bakrie lainnya.

"Mengapa sebuah perusahaan mau memberikan keterangan kepada media yang justru merusak nilainya sendiri dan perusahaan di mana ia berinvestasi?" kata Dileep.

Menurut dia, persoalan Bumi Resources tak beda jauh dengan kondisi pada Oktober 2011 ketika surat "rahasia" sampai ke redaksi koran di Inggris. "Bedanya hanya mediumnya. Sebelumnya, aktivis investor menggunakan FT sebagai medium untuk menyerang Bumi, sekarang yang digunakan kantor hukum," ucapnya.

Dileep menegaskan, Bumi selalu mengikuti prosedur dan regulasi. Ia pun menolak bereaksi terhadap informasi yang tidak jelas, apalagi rumor. "Kami tak akan berspekulasi," katanya. Saat ditanya tentang respons Bumi Resources terhadap "serangan" dan investigasi internal yang berencana dilakukan Bumi Plc, Dileep kembali berujar, "Mari tidak berspekulasi."

Setelah pengumuman yang mengejutkan pekan ini, pendiri Bumi Plc, Nathaniel Rothschild, berjanji pihaknya akan segera menyelesaikan persoalan di internalnya tersebut. Pada perdagangan Jumat, saham Bumi Resouces tercatat tetap 2017s di posisi 77/79 and Berau Coal Energy 2017s di posisi 93.5/94.5.

Sebelumnya, Bapepam-LK menyatakan tak menemukan indikasi penyimpangan dana di Bumi Resources. Ketua Bapepam-LK Ngalim Sagewa menginginkan Bumi Plc memperjelas dugaan penyelewengan dana yang dimaksud.

REUTERS | MARTHA THERTINA

Berita Terpopuler

Kartu Kredit Bank Mandiri Gratiskan Naik AirAsia

Rusia Bangun Rel Kereta di Kalimantan

Laba Bersih Medco Energi Turun 57,5 Persen

PLN Klaim Impor Listrik Bakal Kuatkan Jaringan

Konsultan Keuangan Sering Dianggap Makelar Kredit






Berita terkait

BI Catat Rp 2,47 T Modal Asing Tinggalkan RI Pekan Ini

8 hari lalu

BI Catat Rp 2,47 T Modal Asing Tinggalkan RI Pekan Ini

BI mencatat aliran modal asing yang keluar pada pekan keempat April 2024 sebesar Rp 2,47 triliun.

Baca Selengkapnya

Hari Ini IHSG Diperkirakan Menguat, Saham Apa Saja yang Potensial Dilirik?

13 hari lalu

Hari Ini IHSG Diperkirakan Menguat, Saham Apa Saja yang Potensial Dilirik?

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada memperkirakan IHSG pada awal pekan ini menguat bila dibandingkan pekan lalu. Apa syaratnya?

Baca Selengkapnya

Senin Depan, BEI Terapkan Full Call Auction di Papan Pemantauan Khusus

44 hari lalu

Senin Depan, BEI Terapkan Full Call Auction di Papan Pemantauan Khusus

BEI akan menerapkan mekanisme perdagangan lelang berkala secara penuh atau full call auction di Papan Pemantauan Khusus pada Senin pekan depan.

Baca Selengkapnya

Pekan Keempat Februari, Aliran Modal Asing Masuk Rp 1,01 Triliun

25 Februari 2024

Pekan Keempat Februari, Aliran Modal Asing Masuk Rp 1,01 Triliun

Aliran modal asing tetap surplus kendati ada penjualan Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), karena jumlah modal masuk ke pasar saham jauh lebih besar.

Baca Selengkapnya

Microsoft Salip Apple di Pasar Saham dengan Keunggulan AI

30 Januari 2024

Microsoft Salip Apple di Pasar Saham dengan Keunggulan AI

Para investor sepakat bahwa Microsoft berkembang jauh lebih signifikan dibanding Apple, bahkan untuk lima tahun ke depan.

Baca Selengkapnya

Israel Selidiki Investor Untung Jutaan Dollar karena Sudah Antisipasi Serangan Hamas 7 Oktober

5 Desember 2023

Israel Selidiki Investor Untung Jutaan Dollar karena Sudah Antisipasi Serangan Hamas 7 Oktober

Israel sedang menyelidiki klaim peneliti AS bahwa beberapa investor mungkin telah mengetahui sebelumnya tentang rencana serangan Hamas

Baca Selengkapnya

Potensi Bursa Karbon Cukup Besar, Bos OJK: 71,95 Persen Karbon Masih Belum Terjual

4 Desember 2023

Potensi Bursa Karbon Cukup Besar, Bos OJK: 71,95 Persen Karbon Masih Belum Terjual

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menjelaskan bahwa ke depan potensi bursa karbon masih cukup besar.

Baca Selengkapnya

BEI Ungkap Penyebab Sepinya Bursa Karbon Dibandingkan dengan Bursa Saham

30 November 2023

BEI Ungkap Penyebab Sepinya Bursa Karbon Dibandingkan dengan Bursa Saham

Dari sisi transaksi bursa karbon tercatat sudah ada lebih dari 490 ribu ton dengan nilai harga jual karbon terakhir senilai Rp 59.200.

Baca Selengkapnya

2024, BEI Bidik Nilai Transaksi Harian Rp 12,25 Triliun

26 Oktober 2023

2024, BEI Bidik Nilai Transaksi Harian Rp 12,25 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada tahun 2024 sebesar Rp 12,25 triliun pada tahun 2024.

Baca Selengkapnya

Transaksi Harian Jeblok 29 Persen, BEI: Ada Shifting Investasi dengan New Normal

7 Oktober 2023

Transaksi Harian Jeblok 29 Persen, BEI: Ada Shifting Investasi dengan New Normal

Bursa Efek Indonesia (BEI) membeberkan alasan nilai transaksi harian di pasar modal Indonesia yang jeblok dibandingkan tahun lalu.

Baca Selengkapnya