Inflasi Terjaga, BI Rate Tetap 5,75  

Reporter

Editor

Kamis, 9 Agustus 2012 15:51 WIB

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Tingkat suku bunga tersebut dipandang masih konsisten dengan sasaran inflasi tahun 2012 dan 2013, yaitu 4,5 ± 1 persen. "Masih konsisten dengan tekanan inflasi yang rendah dan terkendali," kata Kepala Departemen Perencanaan dan Hubungan Masyarakat BI Dody Budi Waluyo di Bank Indonesia, Kamis, 9 Agustus 2012.

Dody menjelaskan, tekanan inflasi masih terkendali meskipun sedikit meningkat lantaran didorong oleh faktor musiman dan gejolak harga pangan. BI mencatat inflasi IHK pada Juli 2012 tercatat 0,70 persen (month to month) atau 4,56 persen (year on year). Adapun inflasi inti pada Juli 2012 berada pada level 4,28 persen. Inflasi administered price juga tercatat minimal, seiring dengan tidak adanya kebijakan pemerintah di bidang harga barang dan jasa yang bersifat strategis.

Di sisi eksternal, BI masih mewaspadai meningkatnya defisit transaksi berjalan akibat masih lemahnya ekspor dan tingginya impor. "Sehubungan dengan itu, BI terus memperkuat langkah-langkah kebijakan untuk mendorong penyesuaian keseimbangan eksternal agar defisit transaksi berjalan kembali ke tingkat yang sustainable," ujar Dody.

BI akan menjaga stabilitas rupiah sesuai kondisi fundamental untuk mendukung penyesuaian keseimbangan eksternal. Sejauh ini, Dody menilai rupiah dan valas belum pada kecenderungan memburuk. "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tak berubah besar, Rp 9.400-9.433," ujarnya.

BI memprediksi defisit transaksi berjalan bakal berkurang pada semester kedua 2012. Sebelumnya, pada kuartal pertama 2012, defisit transaksi berjalan mencapai US$ 2,9 miliar (-1,3 persen terhadap PDB). Sebelumnya, pada kuartal terakhir 2011, defisit mencapai US$ 1,6 miliar (-0,7 persen terhadap PDB).

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia, dijelaskan Dody, masih tetap kuat di tengah pelambatan ekonomi dan ketidakpastian keuangan global. "Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2012 mencapai 6,4 persen, ditopang oleh konsumsi dan investasi yang tinggi," ujar Dody. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 6,1-6,5 persen tahun 2012 dan akselerasi pada kisaran 6,3-6,7 persen tahun 2013.

Kinerja industri perbankan, dijelaskan Dody, juga semakin kuat dalam mendukung pembiayaan perekonomian. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang mencapai 25,8 persen (year on year) pada enam bulan pertama 2012. Kredit investasi tumbuh paling tinggi, yakni 29,1 persen (year on year), kredit modal kerja tumbuh 28,2 persen (year on year), dan kredit konsumsi tumbuh 19,6 persen (year on year).

Ke depan, Dody menjelaskan, respons kebijakan suku bunga BI Rate tetap diarahkan untuk mengendalikan tekanan inflasi. "Bank Indonesia akan melanjutkan penguatan operasi moneter dan kebijakan makro prudensial, termasuk dengan menjaga kecukupan likuiditas dan mendorong pendalaman pasar keuangan. Di samping itu, koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah juga terus diperkuat dalam rangka menjaga kestabilan ekonomi makro," ujarnya.

MARTHA THERTINA

Berita terkait

Sejak Akhir 2023, OJK Blokir 5.000 Rekening yang Terlibat Judi Online

1 hari lalu

Sejak Akhir 2023, OJK Blokir 5.000 Rekening yang Terlibat Judi Online

OJK memblokir ribuan rekening yang berhubungan dengan judi online.

Baca Selengkapnya

Mengenal Fitch Ratings dan BBB yang Diraih Bank Mandiri untuk Peningkatan Peringkat

3 hari lalu

Mengenal Fitch Ratings dan BBB yang Diraih Bank Mandiri untuk Peningkatan Peringkat

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mendapatkan kenaikan peringkat pada level BBB dari lembaga internasional, Fitch Ratings. Apa artinya?

Baca Selengkapnya

Hilirisasi Banyak Dimodali Asing, Bahlil Sentil Perbankan

15 hari lalu

Hilirisasi Banyak Dimodali Asing, Bahlil Sentil Perbankan

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia buka suara soal dominasi penanaman modal asing (PMA) atau investasi asing ke sektor hilirisasi di Indonesia.

Baca Selengkapnya

Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Penyaluran Kredit

16 hari lalu

Kenaikan BI Rate Berpotensi Tekan Penyaluran Kredit

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 6,25 persen bisa berdampak pada penyaluran kredit.

Baca Selengkapnya

Meski Sama-sama Entitas Perbankan Ketahui 6 Perbedaan BPR dan Bank Umum

24 hari lalu

Meski Sama-sama Entitas Perbankan Ketahui 6 Perbedaan BPR dan Bank Umum

Bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank umum merupakan dua entitas keuangan yang memberikan layanan perbankan. Apa perbedan keduanya?

Baca Selengkapnya

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

25 hari lalu

OJK Cabut Izin Usaha 10 BPR hingga April 2024, Ini Sebabnya

Dalam empat bulan di 2024 ada 10 bank perkreditan rakyat (BPR) yang bangkrut dan dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Baca Selengkapnya

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

28 hari lalu

15 Perusahaan Terbaik untuk Kembangkan Karier Versi LinkedIn, Banyak di Sektor Keuangan

Jaringan profesional LinkedIn merilis daftar Top Companies 2024 edisi ketiga untuk Indonesia.

Baca Selengkapnya

Bank Indonesia Sebut 176 Ribu Orang Tukarkan Uang Baru Menjelang Idul Fitri

35 hari lalu

Bank Indonesia Sebut 176 Ribu Orang Tukarkan Uang Baru Menjelang Idul Fitri

Bank Indonesia (BI) mencatat total penukaran uang baru mencapai Rp 1,13 triliun per 3 April 2024 atau H-7 Lebaran.

Baca Selengkapnya

Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking selama Libur Lebaran

38 hari lalu

Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking selama Libur Lebaran

Selama periode libur Hari Raya Idul Fitri, Bank BJB tetap membuka beberapa jaringan kantor melalui kegiatan operasional terbatas dan layanan weekend banking.

Baca Selengkapnya

Terkini: Tol Bocimi Ambrol Penanganan Permanen Setelah Lebaran, Anggota DPR Usul Jasa Marga Buat Rest Area Fungsional

40 hari lalu

Terkini: Tol Bocimi Ambrol Penanganan Permanen Setelah Lebaran, Anggota DPR Usul Jasa Marga Buat Rest Area Fungsional

Ruas jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Tol Bocimi mengalami longsor, diduga karena intensitas hujan deras pada Rabu malam

Baca Selengkapnya